Pages

Sunday, September 14, 2014

Proses Cara Pembuatan Sertifikat Tanah

Setelah berhasil mendapatkan informasi berharga dari seorang karabat yang bekerja di BPN Kota Tangerang. Untuk proses pembuatan sertifikat tanah, disarankan pemilik mengurus sendiri, dari segi biaya harusnya lebih murah, dari segi pengalaman mengurus sendiri tidak sesulit yang orang bicarakan.

Proses-Cara-Pembuatan-Sertifikat-Tanah

Langkah-langkah yang disarankan adalah :

1. Siapkan dokumen yang dibutuhkan.
- Akta Jual Beli
- Foto copy KTP & Kartu Keluarga
- Semua dokumen yang berhubungan.
- Foto copy girik yang dipegang
- Dokumen tambahan dari kelurahan

2. Kunjungi BPN yang ditunjuk sesuai wilayah anda.

3. Di BPN,
- beli formulir pendaftaran nanti dapat map warnanya biru dan kuning.(uang ini masuk ke negara)
- minta tolong kepada petugas untuk memeriksa kelengkapan dokumen yang telah kita bawa.
- minta kepada petugas untuk mengukur objek tanah/rumah kita, janjian sama petugas ukur BPN.

4. Petugas ukur yang datang biasanya berjumlah 2-3 orang, sediakan dana +-Rp.500ribu untuk proses ini. (uang sukarela...mungkin...karena tidak masuk ke negara)

5. Biasanya dokumen yang kurang berada dikelurahan, oleh karena itu kita harus ke kelurahan.
Usahakan ke tempat ini hanya sekali, sehingga biaya yang dikeluarkan tidak berlebih. Untuk itu buat daftar dokumen yang akan diminta.

Masalah biaya hmmm...mungkin 500rb-1jt..tanya aja ke pak lurahnya biayanya...kalo brani.hehehe. Lagi-lagi biaya ini adalah biaya sukarela juga.

Kenapa harus ke kelurahan ?, karena dokumen yang kita pegang juga ada di kelurahan. Nah untuk membuat sertifikat, seluruh dokumen tersebut harus diserahkan ke BPN juga.

6. Jika seluruh dokumen terkumpul semua, silakan menuju BPN lagi.

7. Serahkan seluruh dokumen ke loket yang disediakan lalu anda akan menerima tanda terima penyerahan dokumen.

8. Tanya berapa lama harus menunggu untuk sertifikatnya terbentuk.

9. Setelah mendapatkan jawaban, tunggu deh, sebaiknya setelah melewati masa menunggu seperti yang diberitahukan oleh BPN, hubungi orang BPN tersebut mengenai statusnya.

Surat Ijin Legalitas Bangunan Dan Properti

1. Sertifikat Induk (HGB)

Sebagai calon pembeli, Anda perlu memperhatikan kredibilitas pengembang yang memasarkan unit hunian rumah susun. Sebelum Anda membeli produk rusun, ada baiknya terlebih dahulu memeriksa aspek legalitas atas lokasi proyek rumah susun yang akan dibangunnya. Kepada pengembang, Anda bisa meminta copy Sertifikat Induk atau HGB tanahnya, guna memberikan kepastian mengenai keabsahan kepemilikan tanah yang akan dikembangkan menjadi area rusun. Karena pengembang biasanya berbadan hukum PT diperbolehkan mendapatkan HGB atas tanahnya walaupun rusun itu bisa pula dibangun di atas tanah dengan status Hak Milik, Hak Guna Bangunan, Hak Pakai Atas Tanah Negara dan Hak Pengelolaan. Nah, jika Anda merasa ‘buta’ soal pengecekan HGB ini, Anda bisa datang ke Badan Pertahanan Nasional (BPN) di mana rusun tersebut akan dibangun. Bila perlu ajak notaris yang sudah Anda kenal, sekaligus tanyakan hal-hal yang ingin bisa dipahami mengenai HGB ini.

Sertifikat-Induk-HGB

2  .  Surat Izin Penunjukan dan Penggunaan Tanah (SIPPT)

Setelah mengecek keabsahan Sertifikat Induk dan HGB selajutnya Anda perlu memeriksa Surat Izin Penunjukkan dan Penggunaan Tanah (SIPPT) yang dikeluarkan pemerintah daerah, dalam hal ini Gubernur atau Walikota/Bupati untuk pembangunan rusun tersebut. Sebaiknya calon konsumen yang akan melakukan transaksi pembelian atau pembayaran booking fee dan uang muka, alangkah baiknya Anda mengecek SIPPT dari proyek property yang ditawarkan pengembang. Pengecekan bisa dilakukan dengan menghubungi Dinas Tata Kota, Pemerintah Kota/Kabupaten, maupun ke Pemerintah Propinsi.

3. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Tak hanya itu, cek juga Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari proyek rusun yang akan dibangun pengembang. IMB dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat yang berfungsi sebagai pengendali keandalan bangunan. Jangka waktu berlakunya IMB adalah selama bangunan itu berdiri dan tidak ada perubahan bentuk. Salinan IMB ini bisa Anda minta dari pengembang. Dengen melihat salinan IMB, kita bisa melihat kesesuaian struktur bangunan beserta peruntukannya. Apakah peletakan bangunannya sudah sesuai dengen ketentuan teknis, mulai dari garis sempadan bangunan, Koefisien Dasar Bangunan (KDB), Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dan Ketinggian Bangunan.

Saturday, September 13, 2014

Mengenal Pengertian Tower Crane

Setiap kali berada di sebuah lokasi proyek, kita pasti dapat melihat sebuah struktur kokoh yang terbuat dari baja yang berdiri tinggi menjulang. Itulah Tower Crane. Tower crane berfungsi sebagai alat angkat alat dan bahan material seperti mesin-mesin konstruksi, beton, besi, bekisting dan lain sebagainya. Karena besar dan fungsinya inilah tower crane merupakan alat berat dalam pekerjaan konstruksi.

Ketika kita melihat sebuah tower crane bekerja, mungkin akan timbul pertanyaan dalam benak kita: bagaimana caranya tower crane berdiri setinggi itu, dan tentu saja tambah tinggi lagi? Berapa besar berat yang mampu diangkat oleh tower crane? Bagaimana cara tower crane bekerja? Nah disinilah akan anda temukan jawaban singkat masalah di atas.

Bagian-Bagian Tower Crane

Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu mengenai bagian-bagian dari sebuah tower crane.

Sebuah tower crane setidaknya terdiri dari 3 bagian:

1.       Pondasi

Mengenal-Pengertian-Tower-Crane

Bagian ini berfungsi meneruskan beban dari tower crane ke tanah keras dan sebagai penahan agar tower crane tidak jatuh. Pada bagian inilah kaki tower crane dibaut pada pondasi beton yang masif dan besar.

2.       Tiang/standard section

Mengenal-Pengertian-Tower-Crane

Bagian ini merupakan bagian vertikal dari tower crane yang bisa terus tumbuh seiring dengan kebutuhan proyek. Pada bagian ini terdapat tangga vertikal yang dibagi per section yang nantinya akan digunakan oleh operator untuk naik ke atas.

3.       Unit yang berputar

Mengenal-Pengertian-Tower-Crane


Bagian ini terdiri dari 3 bagian:

a.       Horizontal jib

Mengenal-Pengertian-Tower-Crane

Horizontal jib adalah bagian horizontal dari sebuah tower crane yang panjang dan berfungsi sebagai bagian pengangkat beban. Disebut pula sebagai hoisting jib atau working jib.

b.      Machinery jib

Mengenal-Pengertian-Tower-Crane

Pada bagian inilah terdapat motor penggerak tower crane, alat elektronik dan sebuah beton masif yang berfungsi sebagai counter balance. Oleh karena itu sering pula disebut counter balance jib.

c.       Operator’s cab

Mengenal-Pengertian-Tower-Crane

Tempat dimana operator bekerja. Cab ini haruslah memiliki jendela besar untuk memastikan operator memiliki pandangan penuh terhadap lokasi konstruksi. Mengingat letaknya yang tinggi, cab ini juga sebaiknya dilengkapi dengan AC dan perlengkapan lainnya.

Cara Pemasangan Dan Pembongkaran Tower Crane

Cara pemasangan tower crane dapat dilakukan dengan metode kerja sebagai berikut:

1. cara pemasangan Tower Crane yang pertama kali dilakukan adalah penanaman fine angle dan base section kedalam lubang pondasi

Kemudian di lakukan pengecoran beton terhadap pondasi tersebut.

2. Kemudian Mobile crane membantu melakukan pemasangan awal mast section dengan cara mengangkat dan menempatkan mast section pada tower crane

3. Kemudian Mobile crane melakukan pemasangan climbing crane yang digunakan untuk self assembly.

4. Kemudian Mobile crane melakukan pemasangan joint pin diatas climbing crane.

5. Kemudian Mobile crane melakukan Pemasangan boom dan counter jib.

6. Kemudian Mobile crane melakukan Pemasangan counter weight.

Pemasangan-Pembongkaran-TowerCrane

Pada tahap menaikkan ketinggian tower crane untuk menyesuaikan pekerjaan konstruksi, tower crane sudah tidak lagi memerlukan bantuan mobile crane. Dikarenakan tower crane tersebut memakai system hidrolik yang dapat bergerak vertikal.

1. Climbing crane akan mengangkat joint pin ke atas sehingga terdapat ruang kosong diantara joint pin dan mast section.

2. Kemudian boom mengangkat sebuah mast section untuk kemudian diletakkan pada ruang kosong diantara joint pin dan mast section.

3. Kedua proses tersebut akan terus berlanjut hingga mendapatkan ketinggian yang diinginkan. Sesuai dengan artikel yang saya tulis sebelumnya bahwa tower crane minimal harus lebih tinggi 4-6 meter dari ketinggian maksimum pekerjaan yang dilayani.

Pemasangan-Pembongkaran-TowerCrane
Fixing Angle
 Pada tahap menurunkan atau pembongkaran tower crane yang perlu dilakukan sama halnya seperti cara menaikkan tower crane.

1. Climbing crane akan mengangkat joint pin ke atas sehingga terdapat ruang kosong diantara joint pin dan mast section.

2. Kemudian boom mengambil sebuah mast section untuk kemudian diturunkan atau dilepaskan pada tower crane.

3. Kedua proses tersebut akan terus berlanjut, hingga proses menurunkan atau pembongkaran selesai dikerjakan. Tower crane akan membutuhkan mobile crane kembali untuk pembongkaran pada saat tower crane sudah berada pada posisi paling bawah.

Friday, September 12, 2014

Tahapan Pekerjaan Pemasangan Tower Crane

Dalam pembangunan gedung bertingkat tinggi membutuhkan alat yang dapat mengangkat beban berat sampai sekian ribu ton. alat yang bisa digunakan yaitu mobile crane yang dapat berpindah tempat secara cepat, atau bisa juga menggunakan tower crane (TC) yang diam ditempat. Posisi Tower Crane diatur sedemikian rupa agar dapat melayani sebanyak mungkin aktifitas pembangunan. Perlu perencanaan yang matang agar didapatkan alat terbaik. 

Pemasangan-Tower-Crane
 
Tahapan Pekerjaan Pemasangan Tower Crane:

1. Menentukan Tower Crane yang akan digunakan, dari mana alat tersebut akan diadakan, apakah mau sewa atau beli untuk mendapatkan harga termurah sekaligus kualitas terbaik. dari evaluasi tersebut maka dapat diputuskan tipe alat apa yang akan dipakai.

2. Desain Pondasi Tower Crane, Berdasarkan data-data yang tersedia entah itu brosur Tower Crane serta informasi lain, dapat digunakan sebagai pedoman perencanaan untuk menentukan seperti apa pondasi yang kuat dan murah. hasilnya berupa bentuk dan ukuran pondasi, jenis dan jumlah besi yang digunakan dan tipe beton K berapa yang mau dipakai.

3. Gambar Pondasi dan perletakan Tower Crane, dilanjutkan dengan pembuatan shop drawing tower crane yang berfungsi untuk proses perizinan sekaligus pedoman pelaksanaan dilapangan.

4. Pengukuran Posisi Tower Crane dilapangan, menentukan dimana titik lokasi pondasi Tower Crane akan dibuat.

5. Galian Tanah, dilanjutkan dengan menggali tanah sebagai tempat dimana berdirinya pondasi.

6. Bekisting pondasi, berfungsi sebagai batas cor sekaligus alat cetak pondasi beton bertulang.

7. Pembesian / pemasangan besi tulangan, besi berfungsi sebagai penahan gaya tarik,tekan dan geser bekerjasama dengan beton agar pondasi kuat.

8. Pasang angkur Tower Crane, bisa dibilang sebagai sepatunya tower crane, dimana alat berat ini berpijak.

9. Cor pondasi Tower Crane, selanjutnya dapat dilakukan pengecoran menggunakan tipe beton sesuai rencana.

10. Pemasangan Tower crane, sering disebut juga sebagai erection Tower Crane.

11. Pasang lampu dan perlengkapan Tower Crane.

12. Tower Crane siap dioperasikan.

Thursday, September 11, 2014

JASA HITUNG RAB



Kami melayani Jasa Hitung RAB untuk Bangunan Rumah dan Gedung dengan harga penawaran Rp. 10 ribu/m2 luas bangunan. Produk dari Jasa Hitung RAB kami adalah :



Rekapitulasi Harga
Perhitungan Volume Bangunan
Analisa Upah dan Bahan
Harga Upah dan Material


Sebagai bahan pertimbangan anda, kami sertakan juga disini beberapa referensi kerja untuk Jasa Perhitungan dan Pembuatan RAB Bangunan rumah

Wednesday, September 10, 2014

JASA HITUNG STRUKTUR BANGUNAN



Kami Konsultan Jasa Engineering menawarkan salah satu layanan kami yaitu Jasa Hitung Struktur Bangunan untuk rumah dan gedung dengan harga terjangkau, proses kerja cepat, dan berkualitas dengan sistem komputerisasi menggunakan Program SAP dan ETABS, dengan tenaga ahli yang berpengalaman di bidangnya. Untuk fee jasa kami ini, kami menawarkan harga Rp. 10.000/m2 luas bangunan untuk Jasa Hitung