Pages

Showing posts with label Alat Tukang. Show all posts
Showing posts with label Alat Tukang. Show all posts

Saturday, September 27, 2014

Cara Kerja Kontrol Level Tangki Air Toren atau Tandon Air

Tangki penampungan air atau sering disebut toren atau tandon sangat umum dipakai di perumahan. Fungsinya cukup vital sebagai cadangan air yang siap digunakan untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari, terutama bila terjadi masalah dengan suplai dari pompa air atau karena pemadaman listrik. Keuntungan lainnya adalah juga dalam sisi penghematan listrik karena pompa air tidak sering start-stop dalam interval singkat saat berlangsung pemakaian air 

Umumnya toren air dikontrol secara otomatis oleh suatu mekanisme pengaturan yang akan mengisi air bila volume air tinggal sedikit dan menghentikannya bila sudah penuh. Cukup merepotkan bila kontrol pengisian air dilakukan manual oleh penghuni rumah. Karena selain harus menunggu sekian lama sampai air mulai naik hingga keluar di keran air, juga air yang sudah penuh berpotensi terbuang disebabkan penghuni rumah lupa untuk mematikan pompa air.

Cara kerja mekanisme pengaturan level air ini cukup sederhana dan semoga bisa dipahami dengan mudah. Mari kita kupas mengenai sistem kontrol level otomatis ini dan mudah-mudahan bisa bermanfaat terutama saat ada masalah dengan alat ini.

Model Pengaturan Level Air

Ada dua model kontrol level yang banyak digunakan. Yang pertama adalah menggunakan ball-floater dan yang kedua menggunakan level switch.
Model Bola Pelampung

Kontrol Level Model Ball-Floater

Model-ball-floater

Model ball-floater berbentuk bola pelampung yang mengatur buka-tutup air sesuai dengan level air dalam toren. Sistem ini murni mekanis. Saat level air dalam toren turun mencapai level low dari ball-floater, maka alat ini secara mekanis akan membuka aliran air untuk pengisian. Bila level air sudah mencapai level high dari ball-floater, maka aliran air akan ditutup secara mekanis juga. Jadi sistem kerjanya adalah keran yang bisa buka-tutup secara otomatis. Kelemahan model ini adalah mudah bocor pada bagian keran tersebut, karena dia juga harus bisa menahan tekanan air dalam pipa yang keluar dari mesin pompa air.

Model ball-floater tidak berhubungan langsung dengan mesin pompa air. Start-stop mesin pompa air terjadi karena faktor tekanan air dalam pipa yang sudah cukup tinggi disebabkan aliran air ditutup oleh keran ball-floater.

Sedangkan model Level Switch menggunakan kontak relay yang bersifat elektrik, dan ada juga yang menyebutnya liquid level relay. Nama yang lebih familiar di beberapa tempat untuk model ini adalah “Radar”. Sebetulnya ini adalah nama merk. Jadi seperti kita menyebut “Kodak” untuk kamera atau “Odol” untuk pasta gigi.

Hampir mirip dengan model ball-floater, hanya saja bola pelampungnya diganti dengan 2 buah “sinker” (pemberat) yang dipasang menggantung dalam satu tali. Kemudian sistem pengaturannya menggunakan kontak relay yang dihubungkan dengan mesin pompa air melalui kabel listrik. Saat level air di toren rendah maka mesin air akan start dan kemudian stop bila levelnya sudah tinggi, sesuai dengan setting posisi dari dua buah sinker tersebut. Sistem ini relatif lebih handal dalam menghindari kebocoran seperti pada model ball-floater, karena mesin pompa air bisa dimatikan secara langsung. Untuk lebih jelasnya mengenai model ini, silahkan dilanjut.

Cara kerja Level Control Switch

Level-Control-Switch
Seperti gambar ini, sistem level switch mempunyai cara kerja yang cukup sederhana. Saat air mencapai setengah dari pemberat yang bawah (level low) maka dua pemberat (sinker) akan menggantung dimana total beratnya akan mampu menarik switch yang ada pada switch body di bagian atas. Switch yang tertarik pemberat akan membuat kontak relay menjadi close dan arus listrik akan mengalir melalui kabel ke mesin pompa air yang kemudian start dan mengisi air ke dalam toren hingga mencapai level high.

Saat air mendekati level high, maka pemberat bagian bawah akan mengambang dan saat level air mencapai setengah dari pemberat bagian atas maka level switch akan kembali ke posisi awal (dengan bantuan pegas yang ada dalam switch body) sehingga kontak relay akan menjadi open dan arus listrik terputus sehingga mesin pompa air stop secara otomatis.

Batas level high dan level low dalam toren ini dapat di-setting sesuai keinginan, dengan mengatur ketinggian dari dua pemberat ini. Cukup dengan mengatur panjang talinya dan kemudian dikencangkan kembali ikatannya.

Jika setting level low-nya dinaikkan (pemberat bagian bawah posisnya lebih naik), maka volume air dalam toren akan masih tersisa banyak sesaat sebelum air diisikan kembali. Begitu pula jika setting level high-nya dinaikkan (dengan menaikkan lagi posisi pemberat bagian atas), maka volume air akan bisa mendekati maksimum kapasitas yang bisa ditampung dalam toren sesaat setelah mesin air dimatikan.

Hanya perlu diperhatikan, bila jarak antara kedua pemberat sangat pendek (sehingga jarak level low dan high berdekatan) maka akibatnya interval pengisian air akan lebih singkat sehingga mesin pompa air akan semakin sering start-stop. Apalagi jika toren yang digunakan memiliki kapasitas kecil, misalnya 250 liter. Ingat, start mesin pompa air akan menyerap daya listrik yang cukup besar. (lihat artikel : “Apa dampaknya bila mesin pompa air sering start stop dalam interval yang singkat?”). Karena itu setting pemberat ini lebih disesuaikan pada kebutuhan dengan pertimbangan aspek volume cadangan air dalam toren dan penghematan daya listrik.

Bagian-bagian Level Control Switch

bagian Level Control Switch

Gambar diatas diambil dari manual sheet Liquid Level Relay merk “Radar” (hanya sebagai contoh saja). Sedangkan pada umumnya untuk merk lain juga mempunyai bagian-bagian yang sama.

Bagian yang terpasang di sebelah dalam toren adalah dua buah sinker dan L shape bracket. Sedangkan switch body dan water proof cover dipasang pada bagian luar. Perlu diperhatikan pemasangan water proof cover ini harus benar-benar baik, karena letaknya yang ada dibagian luar akan terkena panas dan hujan (toren biasanya dipasang diluar), sedangkan di dalamnya terdapat terminal kabel listrik dari kontak relay.

Pada switch body, terdapat dua pasang terminal untuk kabel listrik yaitu terminal A1-A2 dan B1-B2. Dua pasang terminal ini merupakan dua macam kontak relay yang mempunyai fungsi berkebalikan. Untuk keperluan yang paling umum gunakan terminal A1-A2, karena fungsi ini yang sesuai dengan cara kerja level switch seperti dijelaskan pada bagian sebelumnya. Selain itu pihak pabrik pembuat biasanya mempermudah konsumen dengan memberikan tanda dengan hanya memasang 2 buah baut saja pada terminal A1-A2.

Penjelasan mengenai dua pasang terminal ini adalah sebagai berikut :

Kontak-Relay-Level-Control-Switch

Pada saat air mencapai level low, maka dua pemberat tadi akan menarik level switch kearah bawah dan kontak relay A1-A2 akan terhubung, sedangkan kontak relay B1-B2 akan terputus. Karena itu listrik akan mengalir dan mesin pompa air akan start.

Saat air mencapai level high, maka dua pemberat tadi akan mulai mengambang dan level switch akan kembali ke posisi semula dengan bantuan pegas. Akibatnya kontak relay A1-A2 akan terputus dan sebaliknya kontak relay B1-B2 akan terhubung. Sehingga aliran listrik akan terputus dan mesin pompa air akan mati.

Ini sifatnya nice to know saja, di dunia instrumentasi, kontak A1-A2 dinamakan Normally Open (NO) dan kontak B1-B2 dinamakan Normally Close (NC). Kalau mau lebih jelas bisa bertanya kepada bro Teknisi Instrument yang memang pakarnya mengenai kontak NO dan NC ini.

Semoga pembahasan ini bermanfaat bagi anda semua dan silahkan beri masukan atau koreksi bila ada kekurangan atau kesalahan dalam artikel ini.

Sunday, September 21, 2014

Teknik Jenis Finishing Pintu Utama Rumah

Dalam tahap finishing pintu perlu dilapisi bahan pelindung pada pintu agar lebih menarik dan indah, tiap-tiap bahan pelapis di tinjau dari kelebihan dan kekurangan masing-masing memiliki karakter berbeda. Berikut beberapa jenis Finishing yang biasa di gunakan untuk pintu utama.

Teknik-Jenis-Finishing-Pintu-Utama-Rumah

Teknik Jenis Finishing Cat Tangan :

1. Bersifat solid
2. Karakter bisa mengkilap atau doff
3. Teknik sistem oles
4. Kelebihan, harga murah
5. Kekurangan, Warna cat terlalu kasar terkadang pada permukaan masih terlihat guratan-guratan sapuan kuas (bergaris)
 
Teknik Jenis Finishing Vernis :

1. Bersifat transparan
2. Karakter bisa mengkilap atau doff
3. Teknik sistem oles atau semprot
4. Kelebihan tekstur urat kayu terlihat
5. Kekurangan Warna cepat pudar

Teknik Jenis Finishing Politur :


1. Bersifat transparan
2. Karakter bisa mengkilap atau doff
3. Teknik sistem oles atau semprot
4. Kelebihan warna dan tekstur urat kayu lebih kuat daripada vernis
5. Kekurangan warna cepat pudar

Teknik Jenis Finishing Melamin :

1. Bersifat transparan - semi solid
2. Karakter bisa mengkilap atau doff
3. Teknik sistem semprot
4. Kelebihan warna lebih tahan lama, pori-pori kayu tertutup
5. Kekurangan harga agak sedikit mahal

Teknik Jenis Finishing Cat Duko :


1. Bersifat Solid
2. Karakter bisa mengkilap atau doff
3. Teknik sistem semprot
4. Kelebihan pori-pori kayu tertutup, tahan terhadap air, cuaca, warna lebih tahan lama dan memiliki lapisan pelindung (sanpolac)
5. Kekurangan harga terlalu mahal

Saturday, September 13, 2014

Mengenal Pengertian Tower Crane

Setiap kali berada di sebuah lokasi proyek, kita pasti dapat melihat sebuah struktur kokoh yang terbuat dari baja yang berdiri tinggi menjulang. Itulah Tower Crane. Tower crane berfungsi sebagai alat angkat alat dan bahan material seperti mesin-mesin konstruksi, beton, besi, bekisting dan lain sebagainya. Karena besar dan fungsinya inilah tower crane merupakan alat berat dalam pekerjaan konstruksi.

Ketika kita melihat sebuah tower crane bekerja, mungkin akan timbul pertanyaan dalam benak kita: bagaimana caranya tower crane berdiri setinggi itu, dan tentu saja tambah tinggi lagi? Berapa besar berat yang mampu diangkat oleh tower crane? Bagaimana cara tower crane bekerja? Nah disinilah akan anda temukan jawaban singkat masalah di atas.

Bagian-Bagian Tower Crane

Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu mengenai bagian-bagian dari sebuah tower crane.

Sebuah tower crane setidaknya terdiri dari 3 bagian:

1.       Pondasi

Mengenal-Pengertian-Tower-Crane

Bagian ini berfungsi meneruskan beban dari tower crane ke tanah keras dan sebagai penahan agar tower crane tidak jatuh. Pada bagian inilah kaki tower crane dibaut pada pondasi beton yang masif dan besar.

2.       Tiang/standard section

Mengenal-Pengertian-Tower-Crane

Bagian ini merupakan bagian vertikal dari tower crane yang bisa terus tumbuh seiring dengan kebutuhan proyek. Pada bagian ini terdapat tangga vertikal yang dibagi per section yang nantinya akan digunakan oleh operator untuk naik ke atas.

3.       Unit yang berputar

Mengenal-Pengertian-Tower-Crane


Bagian ini terdiri dari 3 bagian:

a.       Horizontal jib

Mengenal-Pengertian-Tower-Crane

Horizontal jib adalah bagian horizontal dari sebuah tower crane yang panjang dan berfungsi sebagai bagian pengangkat beban. Disebut pula sebagai hoisting jib atau working jib.

b.      Machinery jib

Mengenal-Pengertian-Tower-Crane

Pada bagian inilah terdapat motor penggerak tower crane, alat elektronik dan sebuah beton masif yang berfungsi sebagai counter balance. Oleh karena itu sering pula disebut counter balance jib.

c.       Operator’s cab

Mengenal-Pengertian-Tower-Crane

Tempat dimana operator bekerja. Cab ini haruslah memiliki jendela besar untuk memastikan operator memiliki pandangan penuh terhadap lokasi konstruksi. Mengingat letaknya yang tinggi, cab ini juga sebaiknya dilengkapi dengan AC dan perlengkapan lainnya.

Cara Pemasangan Dan Pembongkaran Tower Crane

Cara pemasangan tower crane dapat dilakukan dengan metode kerja sebagai berikut:

1. cara pemasangan Tower Crane yang pertama kali dilakukan adalah penanaman fine angle dan base section kedalam lubang pondasi

Kemudian di lakukan pengecoran beton terhadap pondasi tersebut.

2. Kemudian Mobile crane membantu melakukan pemasangan awal mast section dengan cara mengangkat dan menempatkan mast section pada tower crane

3. Kemudian Mobile crane melakukan pemasangan climbing crane yang digunakan untuk self assembly.

4. Kemudian Mobile crane melakukan pemasangan joint pin diatas climbing crane.

5. Kemudian Mobile crane melakukan Pemasangan boom dan counter jib.

6. Kemudian Mobile crane melakukan Pemasangan counter weight.

Pemasangan-Pembongkaran-TowerCrane

Pada tahap menaikkan ketinggian tower crane untuk menyesuaikan pekerjaan konstruksi, tower crane sudah tidak lagi memerlukan bantuan mobile crane. Dikarenakan tower crane tersebut memakai system hidrolik yang dapat bergerak vertikal.

1. Climbing crane akan mengangkat joint pin ke atas sehingga terdapat ruang kosong diantara joint pin dan mast section.

2. Kemudian boom mengangkat sebuah mast section untuk kemudian diletakkan pada ruang kosong diantara joint pin dan mast section.

3. Kedua proses tersebut akan terus berlanjut hingga mendapatkan ketinggian yang diinginkan. Sesuai dengan artikel yang saya tulis sebelumnya bahwa tower crane minimal harus lebih tinggi 4-6 meter dari ketinggian maksimum pekerjaan yang dilayani.

Pemasangan-Pembongkaran-TowerCrane
Fixing Angle
 Pada tahap menurunkan atau pembongkaran tower crane yang perlu dilakukan sama halnya seperti cara menaikkan tower crane.

1. Climbing crane akan mengangkat joint pin ke atas sehingga terdapat ruang kosong diantara joint pin dan mast section.

2. Kemudian boom mengambil sebuah mast section untuk kemudian diturunkan atau dilepaskan pada tower crane.

3. Kedua proses tersebut akan terus berlanjut, hingga proses menurunkan atau pembongkaran selesai dikerjakan. Tower crane akan membutuhkan mobile crane kembali untuk pembongkaran pada saat tower crane sudah berada pada posisi paling bawah.

Friday, September 12, 2014

Tahapan Pekerjaan Pemasangan Tower Crane

Dalam pembangunan gedung bertingkat tinggi membutuhkan alat yang dapat mengangkat beban berat sampai sekian ribu ton. alat yang bisa digunakan yaitu mobile crane yang dapat berpindah tempat secara cepat, atau bisa juga menggunakan tower crane (TC) yang diam ditempat. Posisi Tower Crane diatur sedemikian rupa agar dapat melayani sebanyak mungkin aktifitas pembangunan. Perlu perencanaan yang matang agar didapatkan alat terbaik. 

Pemasangan-Tower-Crane
 
Tahapan Pekerjaan Pemasangan Tower Crane:

1. Menentukan Tower Crane yang akan digunakan, dari mana alat tersebut akan diadakan, apakah mau sewa atau beli untuk mendapatkan harga termurah sekaligus kualitas terbaik. dari evaluasi tersebut maka dapat diputuskan tipe alat apa yang akan dipakai.

2. Desain Pondasi Tower Crane, Berdasarkan data-data yang tersedia entah itu brosur Tower Crane serta informasi lain, dapat digunakan sebagai pedoman perencanaan untuk menentukan seperti apa pondasi yang kuat dan murah. hasilnya berupa bentuk dan ukuran pondasi, jenis dan jumlah besi yang digunakan dan tipe beton K berapa yang mau dipakai.

3. Gambar Pondasi dan perletakan Tower Crane, dilanjutkan dengan pembuatan shop drawing tower crane yang berfungsi untuk proses perizinan sekaligus pedoman pelaksanaan dilapangan.

4. Pengukuran Posisi Tower Crane dilapangan, menentukan dimana titik lokasi pondasi Tower Crane akan dibuat.

5. Galian Tanah, dilanjutkan dengan menggali tanah sebagai tempat dimana berdirinya pondasi.

6. Bekisting pondasi, berfungsi sebagai batas cor sekaligus alat cetak pondasi beton bertulang.

7. Pembesian / pemasangan besi tulangan, besi berfungsi sebagai penahan gaya tarik,tekan dan geser bekerjasama dengan beton agar pondasi kuat.

8. Pasang angkur Tower Crane, bisa dibilang sebagai sepatunya tower crane, dimana alat berat ini berpijak.

9. Cor pondasi Tower Crane, selanjutnya dapat dilakukan pengecoran menggunakan tipe beton sesuai rencana.

10. Pemasangan Tower crane, sering disebut juga sebagai erection Tower Crane.

11. Pasang lampu dan perlengkapan Tower Crane.

12. Tower Crane siap dioperasikan.

Wednesday, September 10, 2014

Mengenal Meter Ukur / Meteran Tukang Bangunan

alat ini adalah alat ukur yang sangat penting dipergunakan dalam bangunan. Setiap pekerjaan akan sering berhubungan dengan alat ini karena semua pekerjaan pasti berhubungan dengan ukuran.  Alat akur dapat dijumpai dalam berbagai bentuk dan ukuran, bahan alat ukur ada yang terbuat dari kayu, kain, plastik  dan juga dari plat besi. Umumnya alat ukur dibuatkan dalam dua satuan ukuran metrik yaitu dalam satuan meter dan inchi yang mana harus mengikuti ukuran standard yang berlaku. Meter ukur saat ini dipasaran banyak dijumpai dalam berbagi ukuran panjang. Meter ukur kecil biasanya mempunyai ukuran panjang 3 m dan 5 m. Sedangkan meter ukur panjang yang biasanya dalam bentuk roll terdapat dalam ukuran 10 m, 20 m, 30 m , 50 m dan 100 m

Meter-Ukur-Meteran-Tukang-Bangunan

Pemilihan Pita Ukur

Pemilihan pita ukur harus memperhatikan beberapa hal yang penting supaya saat penggunaan dapat dipergunakan secara akurat, cepat dan mudah untuk dipergunakan.

1. Untuk tukang yang paling populer dan sering digunakan adalah meter ukur panjang 3 m. Dalam pemilihan meter ukur harus diperhatikan jenis meteran harus memiliki standard metrik dimana harus terdapat ukuran meter dan inchi. Jenis meteran yang baik   harus memiliki mekanisme penguncian yang akan memungkinkan untuk menarik keluar panjang pita yang dibutuhkan dan kemudian mengunci alat sehingga tidak akan menarik kembali sampai terkunci.

2. Pada ujung titik nol meteran (biasanya dilapisi plat stainless) , harus diperhatikan mempunyai lobang kaitan yang agak longgar ataupun ujung berbentuk siku kaitan, dimana hal ini didesain untuk memudahkan tukang untuk melakukang pengukuran. Dengan lobang taupun ujung kait , maka tukang dapat dengan laleuasa mengaitkan meteran pada awal pengukuran dan menarik pada ujung lainnya yang diukur, sehingga pengukuran dapat dengan mudah dilaksanakan.

3. Kotak meteran saat ini mempunyai bentuk yang berbagai macam, pemilihan meteran yang baik adalah meteran yang mempunyai bahan yang kuat dan tahan jika terjatuh. Karena sifat pemakaian yang sering terpakai dan dilakukan pada berbagai tempat maka alat ini mudah beresiko terjatuh. Diusahakan kotak meteran mempunyai kaitan ataupun tali kait sehingga tukang saat selesai memakai dapat dengan cepat mengaitkannya pada kantong yang tersedia. Jenis kotak yang paling baik adalah kotak yang terlindungi oleh bahan karet.

 Pemeliharaan Meter Ukur

Meter ukur berbentuk kecil , sehingga sering terlindung oleh benda lain. Saat pemakaian sudah selesai diusahakan alat ini langsung dikaitkan pada kantong ataupun disimpan pada tempat tertentu. Meter ukur yang terbuat dari besi sangat rawan terhadap karat. Dianjurkan meter ukur supaya tidak kena air ataupu  hujan. Jika kena hujan segera buka kotak dan lakukan penjemuran hingga betul betul kering dan kemudian dipasang sebagaimana mestinya. Saat penarikan meter ukur pada panjang terahkhir harus dihindari penarikan yang kuat karena beresiko membuat per tarik akan patah, sehingga meter ukur akan rusak dimana tidak bisa menggulung sendiri.

Siku Ukur Untuk Tukang Bangunan

Siku Ukur  adalah salah satu alat yang sangat penting dalam pertukangan. Siku ukur merupakan salah satu yang sering dipakai dalam dasar pekerjaan dan juga saat penguran bagian bagian yang sangat berhubungan dalam kesikuan bahan maupun ruang yang akan dikerjakan. Tidak hanya itu mungkin siku ukur adalah alat tercepat dan termudah untuk menandai garis persegi untuk pemotongan , tetapi dapat digunakan untuk dengan cepat menandai setiap sudut hingga 45 derajat dan 90 derajat dan juga alat yang paling sering dipergunakan untuk  mengukur sampai enam inci (20 cm). 

Siku Ukur Untuk Tukang Bangunan

Siku Ukur L adalah alat ukur yang dirancang untuk membuat tanda persegi atau sudut pada suatu benda. Biasanya Siku Ukur tersedia dalam berbagai macam ukuran tetapi secara umum yang sering dipakai terdiri dari  2 model  yaitu Siku Ukur Kecil dengan panjang ukur  6 inchi  dan Siku Ukur besar  dengan panjang ukur 12-inci.

Fungsi dan Pemakaian :

Siku Ukur  memiliki tiga fungsi utama :

1. Siku Ukur  paling sering digunakan untuk membuat tanda ataupun sebagai penggaris  pada suatu objek atau benda.
2. Siku Ukur memiliki tanda sehingga mudah untuk menentukan sudut perkiraan  ataupun bidang potong. Dengan menempatkan pojok siku ukur pada  titik di mana sudut memenuhi sumbu panjang dan maka dapat dilihat  besaran  sudut pada suatu garis yang akan diukur.
3. Dengan siku ukur  memungkinkan pengguna untuk mengukur maupun membuat ukuran dalam ukuran kecil karena tersedia tanda ukuran panjangg.

Jenis Siku Ukur :

Siku Ukur ada dua jenis, yaitu dengan alat pengukur derajat sudut dan tanpa alat pengukur derajat sudut. Untuk tanpa pengukur derajat berbentu segitiga dan yang tanpa pengukur derajat sudut berbentuk L . Alat ini biasanya tersedia dari bahan aluminium dan stainles steel  dan juga dari bahan plastik. Siku Ukur dari bahan  aluminium dan stainles steel adalah alat yang paling baik diperguankan karena tahan lama dan tidak mudah pecah. Siku Ukur yang terbuat dari plastik sedikit lebih murah, tetapi  tidak terlalu tahan terhadap benturan sehingga mudah pecah.

Pemeliharaan :

Pemeliharaan alat siku ukur tidak terlalu sulit, hanya dipastikan supaya alat tersebut saat penyimpanan tidak terbebani oleh beban berat yang dikhwatirkan akan membuat permuakaan akan bengkok. Juga saat pemakaian dianjurkan supaya ditempatkan pada tempat yang mudah dilihat karena biasanya alat ini sering terlupakan tertimpa oleh benda lain sehingga sering hilang.

Tuesday, September 9, 2014

Mengenal Fungsi Waterpass Tukang atau Leveling

Waterpass Tukang atau Leveling adalah alat yang digunakan untuk mengukur atau menentukan sebuah benda atau garis dalam posisi rata  baik pengukuran secara vertikal maupun horizontal.

Ada banyak jenis alat leveling / waterpass yang digunakan dalam pertukangan, tapi jenis yang paling sering dipergunakan adalah waterpass panjang 120 cm yang terbuat dari bahan kayu dengan tepi kuningan, dimana alat ini terdapat dua buah alat pengecehek kedataran baik untuk vertikal maupun horizontal yang terbuat dari kaca dimana didalamnya terdapat gelembung cairan, dan pada posisi pinggir alat terdapat garisan pembagi ayang dapat dipergunakan sebagai alat ukur panjang. 

Mengenal-Fungsi-Waterpass-Tukang-atau-Leveling

Jenis WaterPass atau Leveling

Saat ini waterpass banyak dijumpai dalam berbagai ukuran dan bahan. Ukuran yang umum dapat dijumpai adalag waterpass dengan panjang 0,5 m, 1 m, 2m, dan 3 m. Umumnya berbentuk persegi panjang dengan lebar 5-8 cm dan tebal 3 cm. Kedua sisi mempunyai permukaan rata sebagai bidang yang ditempatkan ke permukaan yang akan diperiksa kedatran atau ketegakannya. Ditengah bagian adalah terdapat berbentuk lobang dan ditengahnya sebagai penempatan kaca gelembung sebgai alat pemeriksaan kedataran, dan pada salah satu ujung terdapat lobang dan ditengahnya sebagai penempatan kaca gelembung sebagai alat pemeriksaan ketegakan vertikal.

Bahan waterpass yang umum terdapat adalah dari bahan kayu dan aluminium. Umumnya orang lebih mengyukai waterpass yang terbuat dari bahan aluminium karena lebih tahan lama dan lebih ringan untuk digunakan.

Pemakaian Waterpass atau Leveling

Pemakaian waterpass dilakukan dengan sederhana, yaitu menempatkan permukaan alat ke bidang permukaan yang di chek. Untuk mengechek kedatran maka dapat diperhatikan gelembung cairan pada alat pengukur yang ada bagian tengah alat waterpass. Sedangkan untuk menchek ketegakan maka dapat dilihat gelembung pada bagian ujung waterpass. Untuk memastikan apakah bidang benar rata maka gelembung harus benar benar berada ditengah alat yang ada.

Mengenal-Fungsi-Waterpass-Tukang-atau-Leveling

Mengenal-Fungsi-Waterpass-Tukang-atau-Leveling

Fungsi Unting-Unting Atau Bandul Lot

Unting unting atau sering juga disebut dengan bandul, adalah salah satu alat tukang yang biasanya dipergunakan untuk mengukur ketegakan suatu benda atau bidang. Alat ini cukup sederhana dimana terbuat dari bahan besi dengan permukaan berwarna besi putih, kuningan dan juga besi biasa, bentuknya  biasanya berbentuk prisma dengan ujung lainnya dibuatkan penempatan benang kait.  Namun dapat juga dijumpai dalam berbagai bentuk lainnya daimana salah satu ujung nya tetap dibuat runcing.

Fungsi-Unting-Unting-Atau-Bandul-Lot

Pemakaian  Unting-Unting Atau Bandul Lot

Beberapa pemakaian yang sering dijumpai dalam pekerjaan bangunaan adalah untuk pengukuran ketegakan bekisting, ketegakan kayu saat setting kusen pintu dan jendela, pembuatan benang horizontal pemasangan dinding bata, penarikan titik pusat suatu jarak dan beberapa jenis pekerjaan lainnya.

Fungsi-Unting-Unting-Atau-Bandul-Lot

Pemakaian unting unting adalah sangat mudah, dengan mengikatkan pada kaitan besi bandul maka alat ini sudah bisa dipergunakan. Misalnya kita ingin mengukur ketegakan suatu  tiang, langkah pertama yang kita lakukan adalah membuat paku ikatan pada salah satu ujung atas dari balok (dianjurkan jarak dari bawah tidak terlalu dekat, diusahakan diujung atas tiang). Kemudaian benang diikatkan pada balok dan  unting unting diturunkan secara perlahan. Tunggu posisi unting unting sampai pada posisi diam. Untuk mengukur ketegakan adalah menchek jarak benang atas ke tiang dan kemudian membandingkan jarak benang (as unting-unting ) ke tembok. Jika ukuran jarak atas dan bawah sudah sama maka tiang sudah benar benar tegak.

Pemeliharaan  Unting-Unting Atau Bandul Lot

Bentuk alat ini sangat kecil, sehingga mudah hilang atau tertimbun oleh benda atau perlatan alinnnya. Dianjurkan setiaps elesai penggunaan benda ini disimpan dalam kotak perkakas. Dianjurkan supaya alat ini tidak terlalu banyak bersinggungan dengan peralatn besi lainnya karena akan merusak permukaannya.

Mesin Beton vibrator Untuk Pemadatan Beton

Beton vibrator beton  adalah salah satu peralatan yang digunakan saat pengecoran dimana alat ini berfungsi untuk pemadatan beton yang dituangkan dalam bekisting, dimana hal ini ditujukan untuk mengeluarkan kandungan udara yang terjebak dalam air    campuran beton sehingga dengan getaran yang dihasilkan oleh vibrator maka  beton akan mengeluarkan gelembung udara dari beton sehingga beton yang dihasilkan akan mendapatkan  kekuatan yang merata dan juga untuk menghindari adanya keropos atau sarang labah pada  beton.
 Mesin Beton vibrator Untuk Pemadatan Beton

Beton vibrator terdiri dari tiga bagian utama :

1. Mesin sebagai alat penghasil getaran
2. Selang  penghantar
3. Kepala Vibrator, terbuat dari silinder baja seukuran gagang tongkat bisbol, alat yang direndam dalam beton

Saat ini tersedia berbagai macam vibrator beton dalm beberapa merek dan jenis beton vibrator. Braket atau sistem penjepit dirancang agar sesuai dengan merek utama dari bentuk beton. Vibrator beton tersedia dalam jenis daya hidrolik, pneumatik atau listrik. Mesin vibrator mampu menghasilkan tiga jenis getaran profil sinus sapuan, getaran acak, dan disintesis kejutan .

Pemakaian Beton Vibrator

Ketika beton sudah dituangkan kedalam bekisting, mesin vibrator sudah ditempatkan di dekat area tempat penuangan beton. Posisi harus dijaga supaya selang vibrator tidak terlalu jauh dari area yang akan digetar. Saat beton sudah dituang mesin vibrator sudah harus dihidupkan dan kemudian selang diarahkan ke area beton basah, kemudian kepala atas  vibrator didorong  ke dalam beton. Kepala Vibrator di getarkan pada satu area sekitar 10 detik. Posisi kepala vibrator tidak boleh bersinggungan langsung dengan bekisting , dianjurkan jarak kepala vibrator dari sisi bekisting sekitar 10 – 12 cm.  Kepala vibrator harus bergetar sepanjang daerah beton yang baru dituang dengan memindahkan kepala vibrator sekitar 30 -40 cm dari titik sebelumnya yang sudah digetar. PAstikan seluruh area harus di getar.

Mesin Beton vibrator Untuk Pemadatan Beton


Keselamatan Pemakaian Beton Vibrator

1. Saat pemakaian, mesin harus ditempatkan ditempat terlindung dan bersih .
2. Jika mesin vibrato menggunakan daya listrik, pastikan instalasi kabel dalm jaringan yang aman
3. Hindari penempatan mesin dtempat yang lembab dan basah
4. Mesin vibratior harus ditempatkan pada landsan yang kuat dan datar
5. Jangan biarkan pengunjung atau anak anak berdekatan atau memegan mesin maupun peralatan lainnya.
6. Gunakan mesin vibrator sesuai penggunaan hanya untuk pekerjaan beton saja, jangan pernah menggunakan alat tersebut untuk kepeluan lainnya misalnya untuk penggemburan tanah.
7. Gunakan pakaian yang aman, sarung tangan, sepatu, helm dan jangan menggunakan pakaian yang longgar.
8. Untuk pekerja yang memegang kepala vibrator dianjurkan selalu mengunakan kacamata untuk menghindari cipratan beton ke mata saat penggetaran belangsung.

Keamanan Alat Saat Pemakaian

1. Saat memindahkan alat, pastikan posisi mesin dalam keadaan mati sebelum pemakaian dilanjutkan.
2. Casing mesin harus tetap terjaga dan posisi terkunci kuat saat pemakaian
3. Ujung kepala vibrator harus dalam terkunci kuat dan tidak masuk air, gunakan sealent waktu mengunci kepala vibrator ke selang vibrator.

Pemeliharaan Beton Vibrator

Pemeliharaan mesin vibrator :

1. Menjaga  rumahamesin  dan filter udara dalam keadaan bersih bersih untuk memungkinkan untuk pendinginan yang tepat
2. Memeriksa kuas, boot switch, dan kabel listrik secara berkala sehingga mesin tetap dalam keadaan baik

Pemeliharaan Shaft / Selang Vibrator:

1. Setiap selesai pemakaian selang harus dibersihkan  dan diberikan pelumasan tipis.
2. Saat menggulung atau melipat selang , jangan terlalu tekuk atau dipaksa karena akan menarik poros didalam selang.

Pemeliharaan Kepala Vibrator :

1. Setiapa selesai pemakaian selang harus dibersihkan  dan dikeringkan
2. Saat pembelian biasanya kepala vibrator selalu disediakan dengan pembungkus (sarung kepala), jadi setiap selesai pemakaian dan pembersihan kepala vibrator harus tetap dibungkus dengan sarung kepala vibrator.

Sunday, September 7, 2014

Langkah Pembelian Peralatan Tukang Bangunan

Mendapatkan peralatan untuk pekerjaan bangunan mungkin sedikit memerlukan proses yang agak rumit, dimana saat memutuskan peralatan yang akan dibeli akan banyak pertimbangan yang harus diambil, tapi hal yang paling utama dalam mendapatkan peralatan tersebut adalah kelayakan untuk pemakaian baik fungsi dan daya tahannya.  Peralatan yang dibeli harus sesuai dengan kebutuhan dan lebih menyenangkan jika alat yang kita beli bermanfaat dan selalu memberikan hasil yang paling mengesankan.

Langkah Pembelian Peralatan Tukang Bangunan

Berikut  beberapa langkah untuk membantu anda saat ingin membeli sebuah peralatan :

1. Langkah  pertama adalah dimulai dengan menentukan  jenis dan type alat. Pembelian alat untuk kebutuhan pemakaian pribadi (dirumah) tentu  berbeda dengan peralatan yang diperlukan untuk kepentingan proyek. Misalnya ketika anda membutuhkan alat untuk membuat lubang di lantai beton rumah anda. Langkah pertama yang anda lakukan adalah menyimpulkan alat yang perlu dilakukan. Untuk alat yang dibutuhkan adalah bisa menggunakan pahat beton dan palu . Tentu anda mungkin tidak terlalu berat untuk membeli alat kelas industri misalnya menggunakan alat mesin handrill , tetapi saat membeli tentu anda harus mempertimbangkan seberapa sering anda memerlukan alat tersebut. . Tetapi jika anda adalah seorang kontraktor yang  akan sering  memerlukannya untuk keperluan proyek adalah tidak salah jika anda membeli alat sejenis hand drill. Anda harus  pastikan  berinvestasi dalam berbagai alat terbaik untuk program yang yang menunjang pekerjaan anda.Dalam pemilihan type ini anda harus mempertimbangkan sebaik mana alat tersebut dapat bermanfaat baik secara kuantitas pekerjaan dan juga kualitas pekerjaan yang dihasilkan. Anda tidak menginginkan suatu type handrill kecil jika anda dalam pekerjaan akan sering mengerjakan pembongkaran beton yang besar.

2. Langkah kedua adalah mempertimbangkan produsen. Hal ini dimaksudkan berhubungan dengan kualitas alat yang akan anda beli. Beberapa alat dengan jenis yang sama akan memberikan harga yang berbeda karena dengan merek tertentu akan mempunyai kualitas yang lebih baik dari merek lainnya. Anda tentu tidak menginginkan pembelian suatu alat dimana hanya bisa terpakai dalam waktu yang singkat sehingga akan anda harus mengeluarkan biaya untuk service atau perbaikan dalam beberapa kali atau mungkin alat yang anda beli akan cepat rusak sehingga anda harus terpaksa membeli alat yang baru.

3. Langkah ketiga mendapatkan referensi  dan  perbandingan harga peralatan. Saat ini sangat mudah untuk mencari katalok tentang peralatan untuk bangunan, dari katalok kita akan bisa mendapatkan banyak informasi spesifik teknis, cara pemakaian , cara perawatan dan termasuk harga dari suatu peralatan tersebut. Dengan semakain banyak referensi maka kita akan bisa dengan hati hati memutuskan jenis peralatan apa yang akan kita beli. Kadang kita akan menghadirkan suatu kesalahan dimana kita mungkin akan terpengaruh oleh harga yang murah, tetapi suatu alasan yang baik dalam membeli suatu peralatan mungkin perlu kita pikirkan ” anda akan mendapatkan hasil sesuai dengan yang anda bayar”. Jadi anda tidak perlu terlalu khawatir mengeluarkan harga sedikit lebih jika alat yang anda beli akan menghasilkan sesuatu yang lebih besar. 

4. Langkah keempat, memikirkan biaya operasional dan perbaikan. Untuk alat alat yang berhubungan dengan mesin , sebelum anda sudah memutuskan alat yang akan anda beli, anda juga harus memikirkan biaya operasional dan biaya perbaikan  yang harus anda keluarkan . Tentu hal ini  harus dipikirkan karena anda tentu tidak mau alat yang anda beli jadi barang simpanan  begitu saja di rumah anda, dimana anda jarang memakai peralatan oleh biaya yang cukup besar. Juga anda harus memperhatikan peralatan dimana jika terjadi kerusakan sesuatu bagian dari peralatan apakah akan membutuhkan biaya yang cukup besar atau tidak. Dan juga anda harus memastikan ke penjual bahwa bahan spare part dari peralatan tersebut akan mudah didapatkan.

5. Langkah Kelima, Jaminan atau Garansi. Anda harus memastikan garansi alat yang anda beli  baik garansi perawatn dan pergantian komponen. Jika anda kesuliatan mendapatkan garansi terhadap alat yang akan anda beli mungkin anda bisa mengambil keputusan lainnya untuk membeli merek lain yang bisa memberikan masa garansi.  Pastikan peralatan anda mendapatkan garansi perawatan setidaknya paling lambat 1 tahun.

Mengenal Alat Tukang Jangka Sorong

Jangka sorong adalah salah satu alat ukur yang sangat penting dipergunakan untuk melakukan pengukuran yang lebih teliti, umumnya alat ini dipergunakan untuk mengukur diameter luar, ukuran ketebalan dan juga ukuran dalam dari suatu benda. Saat ini jangka sorong ada yang tersedia dengan pengukuran secara manual dan pengukuran secara digital. Untuk pengukuran secara manual agak sedikit rumit dimana harus diketahui cara perhitungan nilai hasil ukuran. Sedangkan untuk jangka sorong digital hasil ukuran sudah didapatkan langung pada layar ukur.

Alat Tukang Jangka Sorong
Umunya bahan jangka sorong terbuat dari besi stainless dan ukuran harus sesuai dengan ukuran standard yang diisyaratkan. Dalam bangunan umumnya jangka sorong adalah alat yang sangat penting dipergunakan dalam pengukuran diameter besi.

Cara Pemakaian Jangka Sorong Manual :

Untuk pengukuran diameter besi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

1. Tempatkan besi pada bagian ujung alat jangka sorong
2. Lakukan pergeseran skala geser hingga diameter besi sudah tepat bersinggungan dikedua sisi bagian ukur jangka sorong.
3. Kuncikan alat pengunci pada skala geser.
4. Untuk mendapatkan nilai diameter besi dapat dilihat sebagai beikut. Lihat angka di skala diam dimana tepat dikiri angka nol skala geser (titik A). Kemudian lihat angka diskala geser dimana tepat garis bersinggungan dengan garis diskala diam (titik B).
5. Maka nilai dimeter besi adalah A + (0.01 x B).

Pemeliharaan Jangka Sorong.

1. Hindari penempatan alat pada tempat tempat yang panas karena dapat menyebabkan alat akan memuai sehingga hasil ukur tidak normal.
2. Hindari penempatan ukuran yang dibebani oleh benda lainnya karena alat bisa jadi melengkung.
3. Setiap selesai pemakaian usahakan alat sealu dibersihkan dan diolesi dengan minyak supaya alat tidak lekas berkarat.

Mengenal Alat Stamper Untuk Pemadatan Tanah

Stamper atau istilah umum lainnya disebut stamping rammer adalah alat mesin yang dipergunakan untuk pemadatan tanah.  Alat ini merupakan alat yang sangat membantu untuk mempercepat proses pemadatan tanah timbun maupun pemadatan tanah asli kohesif. Disamping sebagai alat untuk pemadatan untuk bangunan gedung alat ini juga sering dipergunakan dalam pekerjaan pemadatan jalan , halaman dan juga untuk pekerjaan pemadatan timbunan lainnya.
Alat Stamper Untuk Pemadatan Tanah
Alat stamper saat ini banyak tersedia dalam bentuk dan model sesuai dengan merek pabrikan. Secara umum bagian dan cara kerja alat adalah sama . Alat ini umumnya meruapakan alat mesin yang menggunakan bahan bakar bensin dalam pengoperasian mesinnya.

Alat mesin ini secara umum terdiri dari bagian :

1. Mesin, direncanakan sedemikian rupa oleh pabrikan sebagai sumber tenaga untuk mengubah rotasi roda gigi untuk mendapatkan gerakah vertikal secra timbal balik.

2. Bingkai Pelindung dan Pegangan Pengarah. Adalah bagian alat luar yang dibentuk untuk melindungi bagian mesin dan juga menempatkan pegangan untuk dijadikan sebagai pengarah gerakan secara horizontal. Biasanya dibuatkan pegangan besi yang bisa dipegang oleh mekanik untuk mengarahkan alat sesuai dengan tempat yang akan di padatkan.

3. Kaki Hentak. Adalah bagian alat yang direncanakan sedemikain rupa melanjutkan gerakan vertikal timbal balik dari mesin dimana dengan menempatkan pegas yang dipasangkan bergerak turun naik sehingga terjadi tumbukan dengan tenaga yang besar terhadap permukaan yang ditumbuk.

4. Plat Tumbuk, adalah bagian alat yang terdapat dibawah kaki hentak yang merupakan bagian alat yang berhubungan langsung dengan permukaan tanah yang ditumbuk.

Cara Pemakaian Alat Stamper:

Pengecekan Alat

Sebelum pengoperasian mesin, terlebih dahulu harus memeriksa minyak yang ada dalam tanki mesin . Dianjurkan minyak tidak boleh terlalu penuh, karena dikhawatirkan oleh getaran yang cukup besar minyak akan bisa tertumpah. Bagian bagian mesin seperti mur dan baut harus diperiksa dimana tidak boleh ada yang longgar, kencangkan setiap mur dan baut untuk menghindari resiko pekerjaan dan juga memberikan pelumasan terhadap bagian yang dibutuhkan.

Menghidupkan Mesin

Buka katup bahan bakar ke posisi terbuka, kemudian atur posisi mesin ON/OFF ke posisi ON. Tarik grip pegangan secara cepat hingga mesin bunyi dan posisi hidup.. Setelah posisi mesin sudah hidup lakukan pemanasan kira kira 3- 5 menit pada kecepatan mesin yang dalam kondisi kecepatan rendah. Pada saat ini dialakukan pengecekan terhadap kebocoran gas dengan mengindentifikasi suara normal atau tidak.

Menjalankan alat

Setelah mesin dipanaskan kira kira 3-5 menit   pada kecepatn rendah secara perlahan lahan diatur posisi kecepatan tuas dengan memindahkan kait pengatur secara perlahan lahan  untuk menghidnari kerusakan kopling.  Stelah kait pengatur sudah di atur ke posisi kecepatan yang dibutuhkan  dengan perlahan alat diarahkan ke tempat yang akan dipadatkan dengan mengatur posisi pada pengangan mesin. Kecepatan arah horizontal harus diseimbangkan oleh operator , dimana harus dihindari pemadatan  disatu posisi pada jangka waktu yang cukup lama karena akan menyebabkan pergeseran arah horizontal akan sulit karena perbedan ketingggian, dimana dianjurkan alat berjalan secara kontiniu. Jika dibutuhkan pemadatan kembali ditempat diinginkan dapat dialakukan dengan menjalankan alat ketempat semula (putaran berikutnya).

 Pemeliharaan dan Penyimpanan Alat Stamper

Alat stamper harus dirawat secara berkala  baik terhadap mesin dan bagian lainnya, umunya harus dilakukan pemeriksaan dan perawatan terhadap saluran bahan bakar, pemberian oli  mesin , dan pelumasan terhadap bagian kaki penghentak.

Untuk penyimpanan dianjurkan disimpan ditempat yang kering dan agak dingin. Tempat penyimapana juga dianjurkan dibuatkan rak penahan dimana alat disimpan tetap dalam keadaan berdiri dan harus terhindar dari benturan atau senggolan yang bisa menyebabkan alat terjatuh. Saat penyimpanan dianjurkan posisi minyak dalam alat dalam keadaan kosong.