Pages

Saturday, September 6, 2014

Cara Memasang Kusen Pintu Jendela Aluminium

Kusen aluminium akhir-akhir ini banyak diminati masyarakat sebagai pengganti pintu kayu yang sebelumnya telah populer, tampilan yang indah,mudah didapat serta anti rayap merupakan alasan terbesar sehingga memutuskan untuk menggunakan jenis bahan bangunan logam ini. ya.. apapun alasanya, disini kita akan mencoba menguraikan cara memasang kusen pintu atau jendela aluminium sehingga bisa menghasilkan kualitas terbaik.

pintu jendela aluminium

Bahan dan Alat untuk memasang kusen aluminium

Sebelumnya kita siapkan bahan-bahan yang akan dipakai yaitu

- Sealent , semen atau mortar
- Rangkaian pintu atau jendela yang sudah siap pasang, misalnya terdiri dari kusen, daun pintu serta kaca.
- Fischer
- Skrup
- Isolasi plastik atau kertas.
- Kusen alumunium yang mau dipasang.

Setelah bahan bangunan sudah tersedia maka bisa kita lanjutkan dengan menyiapkan peralatan pemasangan yaitu

- Obeng
- Bor tembok.
- Baji kayu atau karet.

Metode pemasangan kusen aluminium

1. Pada saat pemasangan dinding entah itu batu bata atau gypsum maka harus kita persiapkan lobang kusen agar tidak perlu melakukan pembongkaran, ukuran lobang disesuaikan dengan ukuran kusen ditambah 1 cm untuk tempat sealent.
2. Lalu kita masukan kusen kedalam lobang, mengatur agar posisinya pas dengan menggunakan alat beji, setelah posisi pas maka kita stel kelurusan kusen dengan dinding, ketegakan dan kedataran sampai benar-benar bagus.
3. Kita buat lobang untuk tempat skrup pada dinding melalui lobang kusen dengan menggunakan alat bor, kemudian kita masukan fischer kedalam lobang bor yang telah kita buat. lalu kita ambil obeng untuk mengencangkan fischer.
4. Kita siapkan daun pintu atau jendela yang sudah dirangkai penuh, misalnya sudah terpasang kaca dengan sempurna.
5. Daun pintu atau jendela tersebut kita masukan ke lobang kusen, kemudian kita pasang semua aksesorisnya seperti engsel, roda, rel, hendle, door closer dan yang lainya.
6. Kemudian kita lakukan finishing tembok dengan menggunakan bahan mortar/ semen dan sealent. pengisian dilakukan sampai tertutup semua celah antara dinding dan kusen.
7. Selama proses pelaksanaan pembangunan berlangsung maka rawan terjadi goresan atau benturan sehingga terjadi kerusakan kusen. oleh karena itu kita buat pelindung dengan bahan isolaso plastik atau kertas.

Cara Membuat Sudut Siku Pondasi Bangunan Rumah

Cara membuat sudut siku pondasi rumah dapat dilakukan dengan beberapa alternatif yang tujuan intinya adalah bagaimana agar rumah yang akan dibangun nantinya bisa benar-benar kotak bersudut 90 derajat. kenapa sudutnya harus siku? inilah macam-macam hal yang mengharuskan agar sudut bangunan bisa benar-benar siku.
Cara Membuat Sudut Siku Pondasi Bangunan Rumah

Kenapa bangunan harus siku? berikut ini beberapa jawabanya.

1. Ruangan yang siku lebih mudah dan bagus dalam menempatkan furniture.
2. Pemasangan keramik lebih rapi, tidak miring atau adanya las-lasan pinggir ruangan yang tidak seragam sehingga ruangan terkesan berkualitas buruk.
3. Lebih bagus jika dinilai dari seni arsitektur rumah.

Lalu bagaimana cara membuat sudut siku bangunan? berikut ini macam-macam cara yang bisa dilakukan.

1. Menggunakan sistem perbandingan segitiga 3 : 4 : 5. contohnya membuat segitiga dengan bantuan benang ukur, masing-masing sisi segitiga berukuran 30 cm, 40 cm dan 50 cm maka secara otomatis membentuk sudut siku 90 derajat.

2. Menggunakan alat bantu, bisa dengan memakai penggaris siku, atau membuat sendiri pengukur siku dengan menggunakan balok kayu yang telah dirangkai sebelumnya.

3. Yang ini khusus bagi surveyor yang telah mempelajari ilmu ukur tanah secara mendalam, caranya yaitu dengan memnggunakan alat teodolit sehingga bisa distel berapa sudut yang diinginkan.

Pembuatan sudut siku pondasi rumah bisa dilakukan dengan memasang bow plank sebagai patokan dalam menarik garis-garis benang ukur sehingga bisa membentuk sudut 90 derajat. selanjutnya pemasangan batu kali dan sloof tinggal mengikuti pedoman garis yang telah dibuat sebelumnya dengan patokan bowplank.

Friday, September 5, 2014

Perbandingan Rangka Atap Kayu dan Baja Ringan

Artikel kali ini membahas tentang perbandingan kayu dan baja ringan, Bangunan yang berkelanjutan adalah bangunan yang memakai metode dan bahan bangunan yang sangat memprioritaskan kualitas lingkungan, vitalitas ekonomi dan keuntungan sosial melalui perencanaan pembangunan, operasional bangunan, perawatan dan dekonstruksi lingkungan binaan tersebut. Bangunan yang berkelanjutan menekankan pada lingkungan, ekonomi dan pengaruh sosial pada proyek pembangunan sebagai suatu integrasi yang utuh dan bukan memandang salah satu faktor sebagai individu yang berlainan.

Kriteria umum dari konsep ini sangat mempertimbangkan pengaruh pada lingkungan, kadar keracunan yang diakibatkan dari pemakaian bahan tersebut, umur pemakaian bahan dan biaya yang dibutuhkan. Sehingga diperlukan analisis yang matang untuk menentukan dengan tepat apakah material itu cukup “berkelanjutan” dengan analogi parameter yang cukup sederhana yaitu pengaruh ke lingkungan dari bahan itu, dari pengambilan pertama dari alam sampai pemakaian di bangunan dan pemakaian ulang bahan selanjutnya.

Rangka Atap Kayu

Kayu adalah bagian keras Tanaman yang digolongkan kepada Pohon dan Semak belukar. Kayu digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari memasak, membuat perabot (meja, kursi), bahan bangunan (pintu, jendela, rangka atap), bahan kertas, dan banyak lagi. Kayu juga dapat dimanfaatkan sebagai hiasan-hiasan rumah tangga dan sebagainya.

Rangka Atap Kayu

Berdasarkan asumsi bahwa penggunaan kayu untuk material kontruksi untuk satu bangunan dengan ukuran 7 x 8 m, membutuhkan kurang lebih 7 pohon atau setara dengan 1,2 meter kubik, apabila dicermati untuk sebuah program pembangunan satu kabupaten misalkan rehab sekolah dasar dengan rata-rata ruang kelas ukuran 7×8 m dengan asumsi jumlah rehab 200 lokal per kabupaten itu artinya jumlah pohon yang harus ditebang sebanyak 1400 pohon atau 240 meter kubik, dapat dibayangkan berapa juta pohon setiap tahun harus ditebang untuk mencukupi kebutuhan kayu demi program yang sama di negeri ini.

Rangka Atap Baja Ringan

Bahan dasar baja ringan adalah Carbon Steel, Carbon Steel adalah baja yang terdiri dari elemen-elemen yang prosentase maksimum selain bajanya sebagai berikut: 1.70% Carbon, 1.65% Manganese, 0.60% Silicon, 0.60% Copper. Carbon adalah unsur kimia dengan nomor atom 6, tingkat oksidasi 4.2 dan Mangan adalah unsur kimia dengan nomor atom 25, tingkat oksidasi 7.6423. Carbon dan Manganese adalah bahan pokok untuk meninggikan tegangan (strength) dari baja murni. Penambahan prosentase Carbon akan mempertinggi Yield Stress tetapi akan mengurangi daktilitas.

Rangka Atap Baja Ringan

Rangka atap baja ringan yang diproduksi di Indonesia menggunakan bahan dasar baja dengan kekuatan G-550 Mpa atau setara dengan 5500 Megapascal sesuai standar AISI (American Iron and Steell Institute). Adapun coating (pelapis/pelindung) baja ringan dari karat yang beredar adalah zinc/galvanis, zincalume, dan zincalume dengan penambahan magnesium. Lapisan coating ini melindungi bahan dasar baja ringan dari karat.

Perbandingan Rangka Atap Kayu dan Baja Ringan

Secara sederhana dalam konteks lingkungan, dampak dan proses reduksinya bisa dibandingkan sebagai berikut:

Kayu   
- Tidak mengalami perubahan dan dapat dikembalikan kepada alam (tereduksi cepat) Terdegradasi secara biologis (Recyclable)
- Tidak mencemari lingkungan   
- Tersedia di lokasi, ketersediaannya memadai jika regulasi pembalakan dilaksanakan dengan baik   

Baja Ringan
- Mengalami perubahan dan proses reduksinya lama Terdegradasi secara fisik (Non-recyclable)
- Limbah B3 berpotensi Mencemari lingkungan.
- Harus mendatangkan dari luar, proses produksinya melalui beberapa tahap.

Dari tabel ini bisa dilihat bagaimana kayu dan baja ringan memiliki beberapa kondisi yang sangat bertolak belakang dalam kriteria bahan bangunan ramah lingkungan. Kayu misalnya, berdasarkan kriteria bahan yang mudah tereduksi sehingga masa kembali terurai di alam, Kayu memiliki waktu yang sangat cepat tereduksi di bandingkan baja ringan. Dengan demikian kayu lebih ramah lingkungan di bandingkan dengan baja ringan.

Kelemahan kayu ketika proses pasca konstruksi adalah tidak awet, ada kecenderungan waktu pasca konstruksi lebih cepat rusak dibandingkan dengan baja ringan. Tetapi ketersediaan kayu bisa menjadi alternatif untuk mengganti sementara baja ringan, ketersediaannya terbatas karena masuk kategori sumber daya alam tidak terbaharui.

Sekilas tampak bahwa penggunaan kayu itu tidak ramah lingkungan karena berpotensi merusak hutan, tetapi jika dikaji lebih dalam proses penambangan baja dari bijih besi membutuhkan proses yang panjang dan energi yang banyak. Selain itu ketersediaan bahan dari bijih besi terbatas. Sementara kayu, dapat diperbaharui dengan melakukan reboisasi dalam jangka waktu tertentu.

Kekurangan dan Kelebihan Rangka Atap Baja Ringan

Sejak dulu, penggunaan kayu sebagai rangka atap memang sangat lazim digunakan, apalagi di Indonesia sendiri terdapat berbagai jenis kayu dengan kualitas dan harga yang berbeda-beda. Namun, untuk sekarang ini sudah ada alternatif pengganti kayu yang bisa digunakan sebagai penutup atau rangka atap, yaitu baja ringan adalah salah satunya.

Setiap bahan konstruksi yang digunakan dalam membangun rumah anda pasti mempunyai kelebihan dan kekurangannya baik dari kekuatan, keindahan bentuk atau yang lainnya. Begitu juga dalam penggunaan rangka atap baja.

Rangka Atap Baja Ringan

Konstruksi baja ringan sudah diuji coba melalui penelitian yang dilakukan oleh para ahli selama bertahun-tahun dan telah lolos uji kekuatan serta lolos pengujian yang berhubungan dengan keselamatan manusia.

Jika kita perbandingkan dengan struktur rangka atap dengan bahan dasar kayu, maka penggunaan rangka atap baja ringan akan mempunyai perbandingan yang berbeda dari cara pandang setiap penggunanya.  Mungkin bisa dikatakan tergantung akan lokasi dan biaya produksi untuk mendatangkan material tersebut.

Kelemahan atap baja ringan dibandingkan dengan konstruksi atap kayu seperti dalam hal suhu yang cenderung menyerap panas lebih banyak dibandingkan dengan kayu. Hal itu juga bergantung terhadap lokasi rumah, yaitu pada daerah iklim tropis atau bukan tropis.

Selain itu, masalah biaya menjadi kekurangan yang lain karena pemasangannya memerlukan keahlian khusus atau tukang yang terlatih sehingga biaya pemasangan rangka atap baja ringan lebih tinggi dibandingkan dengan rangka atap dari material kayu.

Nilai keuntungan dari penggunaan material baja ringan ini ketimbang material kayu yang sering diganggu rayap dan lapuk sehingga memerlukan perawatan dan bahkan penggantian menyeluruh pada jangka waktu tertentu.

Betapa dahsyatnya akibat dari serangan rayap di rumah Anda?. Lemari pakaian akan menjadi hancur dan seluruh pakaian beraroma lembab. Akan parah lagi kalau rayap itu menyerang rangka atap rumah kita yang menahan beban genteng yang demikian berat. Bayangkan jika ratusan keping genteng tersebut ambruk ke bawah menimpa seisi rumah hanya karena ulah rayap.

Solusinya adalah rangka atap baja ringan atau light steel frame. Material rangka atap ini terbuat dari bahan dasar baja dengan campuran zinc dan aluminium atau zinc-alum. Material ini sudah diproduksi secara masal di Indonesia.

Rangka baja ini terdiri dari lempengan-lempengan panjang dengan profil yang bervariasi bentuk dan ukurannya sesuai fungsi masing-masing struktur rangka atap. Untuk kuda-kuda atau rangka utama dan gording, profil baja ringan ini biasanya berbentuk “I” atau “U” terbalik dan memiliki ukuran yang lebih besar.

Sedangkan reng untuk pengikat kuda-kuda dan gording yang posisinya melintang di atas kuda-kuda dan gording, serta mengikat kuda-kuda dan gording tersebut hingga membentuk suatu kerangka yang kokoh. Lempengan reng adalah profil yang paling kecil bentuk dan ukurannya. Fungsinya sebagai penahan genteng atau jenis atap lainnya dan sebagai pengatur jarak setiap baris genteng agar lebih rapi dan lebih pas perletakannya.

Kelebihan dari material rangka atap ini ialah bobot beratnya yang demikian ringan dibandingkan dengan material rangka atap lainnya. Dengan daya tahan terhadap tekanan dan tarikan yang lebih unggul daripada material rangka kayu serta bobot materialnya sendiri yang demikian ringan, rangka atap baja ringan mungkin menjadi pilihan utama para developer dan pemilik rumah di kemudian hari.

Dengan sistem pabrikasi dan perakitan yang begitu efisien dan praktis, rangka atap baja ringan dapat memenuhi tuntutan akan efisiensi waktu dalam penyelesaian suatu gedung.

Rangka atap baja ringan diset sesuai spesifikasi yang tertuang dalam gambar detail mengikuti bentuk dan ukuran yang terinci. Dalam bentuk yang hampir atau telah utuh setelah diikat dan disatukan oleh jepitan sekrup atau sejenisnya, material rangka atap dinaikkan pada posisinya di atas pasangan dinding bata atau balok beton. Setelah berada pada dudukan yang tepat, lalu dilakukan pengikatan  mengikuti prosedur teknis selanjutnya.

Dengan sistem pabrikasi ini, rangka atap baja ringan dapat dikerjakan terlebih dahulu atau bersamaan dengan dimulainya pekerjaan awal pembangunan suatu gedung, sebagai contoh saat dilakukan galian fondasi atau pelaksanaan tiang pancang. Dan ketika pemasangan dinding bata telah mencapai level tertentu yang diinginkan, rangka atap baja ringan siap ditempatkan pada posisinya.

Namun, sistem pabrikasi yang efisien dan praktis tidak berarti lepas dari berbagai kendala atau kekurangan. Meskipun perakitan telah mencapai kesempurnaan dan presisi yang tinggi, problem lain telah menanti.

Masalah yang paling umum ialah tidak adanya presisi pada garis level pasangan dinding bata atau balok beton yang menjadi tempat dudukan kuda-kuda rangka atap baja ringan tersebut. Dengan demikian, diperlukan revisi berupa penambalan, pengganjalan, ataupun pembobolan dan pemangkasan di bagian-bagian yang tidak level.

Sering dijumpai pemuntiran pada bagian rangka atau profil baja tertentu akibat kecerobohan pemasangan, yang sangat fatal adalah kelalaian dalam peletakan posisi profil baja yang berfungsi sebagai reng. Hal itu mengakibatkan kurang rapinya pemasangan genteng pada tahap selanjutnya.

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memakai material baja ringan produksi suatu pabrik atau industri tertentu sebagai rangka atap.

Setiap produsen memproduksi material ini dengan profil yang berbeda bentuk atau cetakannya. Oleh karena itu, sangat penting untuk memilih material baja ringan yang kuat berdasarkan perhitungan struktur bentuk profilnya.

Hindari jatuhan adukan semen pada profil saat melakukan plesteran dinding atau ketika pemasangan nok genteng. Adukan semen yang jatuh, selain mengganggu kebersihan dan kerapian perangkat kuda-kuda, memiliki daya lekat yang sangat kuat dan dapat, yang mengakibatkan kerusakan pada lapisan coating material baja tersebut.

Lapisan atau coating berfungsi lapisan anti karat sebagai pelindung material baja ringan dari proses korosi atau karat sehingga daya tahan material baja ringan terhadap karat menjadi empat kali lipat daripada baja biasa.

Sangat penting untuk tidak melakukan goresan apa pun terhadap lempengan profil rangka atap baja ringan. Proses karat biasanya akan muncul pada lubang-lubang bekas bor untuk pemasangan sekrup lantaran di bagian ini lapisan coating telah terkelupas.

 Konstruksi baja ringan sudah diuji coba melalui penelitian yang dilakukan oleh para ahli selama bertahun-tahun dan telah lolos uji kekuatan serta lolos pengujian yang berhubungan dengan keselamatan manusia.

Sebagai bahan pertimbangan, berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan dari rangka atap baja ringan yang disarikan dari berbagai sumber :

 Kelebihan atau Keuntungan Baja Ringan

1. Beban yang harus ditanggung oleh struktur dibawahnya, seperti pondasi, dinding, kolom, menjadi lebih rendah. Hal ini dikarenakan bobot yang ringan dari jenis bahan ini.
2. Baja ringan tahan terhadap karat, rayap dan perubahan cuaca dan kelembaban.
3. Bila dibandingkan dengan rangka kayu atau baja konvensional, pemasangan rangka atap baja ringan relatif lebih cepat.
4. Baja ringan bersifat tidak merambatkan atau membesarkan api (non-combustible). Karena dalam baja ringan terdapat sistem proteksi khusus yang disebut fire resistance  yakni rakitan sistem struktur untuk membatasi penyebaran api pada suatu daerah atau kemampuan untuk secara menerus berperan menahan struktur ketika terpapar api.
5. Baja ringan juga tidak memiliki nilai muai susut sebagaimana material kayu.
6. Baja ringan lebih efisien dan ekonomis karena biaya pemeliharaan lebih kecil dan memiliki daya tahan lebih lama karena tidak terkena rayap dan tidak lapuk sehingga masa waktu manfaatnya menjadi lebih lama.

Kekurangan Baja Ringan

1. Sistem struktur rangka baja ringan tersusun rapat, padat dan terlihat ramai, terhubung & terkait satu dengan lainnya, sehingga kurang menarik jika diexpose.
2. Membutuhkan perhitungan yang benar-benar matang, karena sistem strukturnya yang seperti rangka ruang tersebut maka bila ada salah satu bagian struktur yang salah hitung, salah pasang, akan membuat perlemahan sehingga dapat menyebabkan kegagalan total.
3. Rangka atap baja ringan tidak se-fleksibel kayu yang dapat dipotong dan dibentuk berbagai profil.
4. Dibutuhkan keahlian khusus untuk menghitung kebutuhan baja ringan, oleh karena itu tidak semua orang bisa menghitungnya.

Thursday, September 4, 2014

Metode Cara Plesteran Dinding Yang Baik

Pekerjaan plesteran dinding batu bata maupun batako merupakan pekerjaan mudah, namun memerlukan perhatian dan metode cara plesteran dinding yang baik sehingga dapat dihasilkan pekerjaan plesteran yang baik, rata dan rapi.

Beberapa Peralatan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan plesteran dinding antara lain:

- Meteran
- Jidar alumunium / jidar kayu kaso
- Roskam kayu / roskam besi
- kertas semen/ kertas bekas zak semen
- Benang

Metode Cara Plesteran Dinding Yang Baik

Bahan-bahan yang digunakan dalam pekerjaan plesteran dinding yaitu:

- triplek
- kawat ayam ( digunakan pada plesteran yang memerlukan perkuatan khusus atau pada plesteran dengan ketebalan lebih dari 3 cm )
- air
-semen

Berikut ini contoh metode cara plesteran dinding yang baik

1. Pasang dinding batu bata / atau batako sesuai dengan rencana dinding yang sudah dibuat sebelumnya, pastikan dinding benar-benar tegak dan rapi karena akan menghemat pekerjaan plesteran.

2. Basahi permukaan dinding batu bata/batako dengan menggunakan air sampai basah dan rata dalam kondisi  jenuh air.

3. Buat adukan untuk plesteran sesuai dengan perbandingan material yang direncanakan.

4. Pasang benang untuk menentukan ketegakan horizontal dan vertikal untuk keperluan penggunaan caplakan atau kepalaan plesteran dan cek kembali ketegakan dan kerataanya, ketebalan kepalaan plesteran disesuaikan dengan rencana ketebalan plesteran yaitu sekitar 1.5 cm s/d 3 cm.

5. Tentukan letak instalasi mekanikal elektrikal yang tertanam dalam plesteran , pastikan instalasi sudah terpasang semua agar tidak terjadi pekerjaan bobok pasang dikemudian hari.

6. Pekerjaan plesteran dapat dilaksanakan , selalu mengecek kerataanya dengan menggunakan alat jidar.

7. Setelah pekerjaan plesteran selesai lakukan penyiraman selama +/- 7 hari agar tidak terjadi keretakan dinding.

8. Pekerjaan acian dinding baru bisa dimulai setelah plesteran dinding benar-benar kering, kuat, karena jika terlalu terburu-buru melakukan pekerjaan acian maka terjadi pemanasan pada dinding yang menyebabkan finishing dinding menjadi retak-retak rambut.

Syarat-syarat pekerjaan plesteran yang baik adalah
- Permukaan rata dan halus
- tali air lurus dan rapi
- tidak keropos
- ketegakan dinding lurus dan rapi
- ketebalan plesteran hemat.

Cara memplester tembok batu bata

Hasil akhir pemasangan dinding yang bagus memerlukan tukang bangunan ahli yang mampu menerapkan rangkaian metode kerja yang tepat termasuk juga dalam hal cara memplester dan mengaci tembok batu bata yang baik. meskipun kelihatanya sepele namun hal ini sangat mempengaruhi kualitas bangunan. oleh karena itu disini kita akan mencoba berbagi ilmu dan pengalaman barangkali dapat bermanfaat bagi rekan-rekan kita yang kebetulan sedang membutuhkan.

Cara memplester tembok batu bata

Cara memplester tembok batu bata

1. Memastikan pemasangan batu bata benar-benar tegak dan rata agar mudah dan tidak terjadi pemborosan pada sisi tebal tipis plesteran.

2. Menunggu minimal dua hari setelah pemasangan batu bata selesai, hal ini untuk memberikan waktu bagi semen agar mengering sempurna. terlalu cepat melakukan pekerjaan plesteran dapat menyebabkan dinding retak-retak dikemudian hari.

3. Menyaring terlebih dahulu material pasir yang akan digunakan untuk memplester, sehingga butiran kerikil besar tidak mengganggu saat plesteran berlangsung.

4. Membuat adukan untuk plesteran dari bahan pasir, semen dan air dengan campuran secukupnya, tidak terlalu cair atau padat agar mudah digunakan saat memplester tembok.

5. Menyiram terlebih dahulu tembok yang akan diplester, hal ini berfungsi agar dinding tidak banyak menyerap air semen.

6. Membuat kepalaan plesteran, untuk mengatur ketegakan dan kedataran secara horizontal dan vertikal, kepalaan juga berfungsi untuk pengukur ketebalan plesteran.

7. Pekerjaan plesteran dapat dilakukan dengan cara menempelkan adukan pada dinding menggunakan cetok lalu meratakanya dengan alat roskam atau jidar.

8. Kedataran ,ketegakan dan kepadatan plesteran perlu dipantau setiap saat agar hasil akhirnya benar-benar bagus sesuai harapan.

9. Setelah plesteran selesai perlu dilakukan penyiraman agar tidak terlalu cepat mengering sehingga berpotensi menyebabkan keretakan dinding.

10. Plesteran dinding perlu didiamkan beberapa waktu agar`mengering sempurna sebelum dilakukan pekerjaan acian.

Cara Memasang Tembok Batu Bata Merah

Batu bata merah adalah jenis material bangunan buatan yang terbuat dari tanah liat atau tanah lempung yang dicetak sesuai standar ukuran pasaran kemudian dibakar , disini mari kita uraikan dan bahas tentang cara memasang tembok batu bata merah yang bagus sehingga konstruksi yang kita bangun termasuk dalam kualitas tinggi dengan umur awet sesuai dengan perencanaan, yang dimaksud dinding disini adalah penyekat bangunan sebagai pemisah ruang karena ada juga dinding yang bersifat strukturan seperti shear wall sehingga tidak mungkin untuk menggunakan bata merah karena akan mengalami kerobohan :-)

Cara Memasang Tembok Batu Bata Merah

Meskipun terlihat sebagai sebuah pekerjaan sederhana yang tidak memerlukan banyak teori dan banyak tukang bangunan yang bisa mengerjakan dengan baik namun agar menghasilkan kualitas dinding tembok bagus maka akan lebih baik jika kita melihat beberapa tips yang mungkin dilakukan untuk mendapat kualitas dinding maksimal, dan jika perlu bagi yang sudah berpengalaman dalam bidang pemasangan dinding ini bisa menambahkan disini

1. Sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan sebaiknya dibuat gambar shop drawing dinding terlebih dahulu sehingga bisa dilihat dengan tepat dimana posisi tembok akan dipasang serta pada bagian mana terdapat lobang kusen pintu dan jendela.

2. Tukang batu yang ahli dalam bidang pemasangan dinding batu bata maka dapat menghasilkan kualitas pekerjaan bagus, namun bagi tukang yang belum yakin akan ketrampilanya bisa mencoba-coba latihan memasang batu bata terlebih dahulu dengan bahan potongan kayu seukuran bata merah dengan bahan perekat dari kapur sehingga mudah untuk dibongkar pasang.

3. Batu bata yang digunakan sebaiknya dalam kategori bagus seperti tidak rapuh dan telah mengalami pembakaran sempurna, batu bata dengan teksture kasar akan lebih mengikat adukan jika dibanding yang berteksture halus dan rapi.

4. Selalu gunakan waterpass, kayu jidar dan benang ukur untuk mengontrol ketegakan dan kedataran pasangan, karena pemasangan batu bata yang miring akan mempertinggi resiko tembok retak dan mempertebal plesteran jika hendak membuatnya tegak kembali sehingga menambah kebutuhan material yang seharusnya dapat dihemat.

5. Menggunakan adukan dengan perbandingan campuran pasir dan semen yang cukup juga dapat mempengaruhi kualitas tembok, perbandingan yang banyak digunakan dalam pemasangan yaitu 1 pc : 6 ps atau satu semen berbanding enam pasir.

6. Dalam melakukan pekerjaan plesteran dan acian harus ada waktu tenggang dari waktu pemasangan dinding bata agar tembok tidak berkeringat panas dan mengalami perkerasan terlalu cepat sehingga menyebabkan dinding retak-retak.