Pages

Thursday, September 4, 2014

Metode Cara Plesteran Dinding Yang Baik

Pekerjaan plesteran dinding batu bata maupun batako merupakan pekerjaan mudah, namun memerlukan perhatian dan metode cara plesteran dinding yang baik sehingga dapat dihasilkan pekerjaan plesteran yang baik, rata dan rapi.

Beberapa Peralatan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan plesteran dinding antara lain:

- Meteran
- Jidar alumunium / jidar kayu kaso
- Roskam kayu / roskam besi
- kertas semen/ kertas bekas zak semen
- Benang

Metode Cara Plesteran Dinding Yang Baik

Bahan-bahan yang digunakan dalam pekerjaan plesteran dinding yaitu:

- triplek
- kawat ayam ( digunakan pada plesteran yang memerlukan perkuatan khusus atau pada plesteran dengan ketebalan lebih dari 3 cm )
- air
-semen

Berikut ini contoh metode cara plesteran dinding yang baik

1. Pasang dinding batu bata / atau batako sesuai dengan rencana dinding yang sudah dibuat sebelumnya, pastikan dinding benar-benar tegak dan rapi karena akan menghemat pekerjaan plesteran.

2. Basahi permukaan dinding batu bata/batako dengan menggunakan air sampai basah dan rata dalam kondisi  jenuh air.

3. Buat adukan untuk plesteran sesuai dengan perbandingan material yang direncanakan.

4. Pasang benang untuk menentukan ketegakan horizontal dan vertikal untuk keperluan penggunaan caplakan atau kepalaan plesteran dan cek kembali ketegakan dan kerataanya, ketebalan kepalaan plesteran disesuaikan dengan rencana ketebalan plesteran yaitu sekitar 1.5 cm s/d 3 cm.

5. Tentukan letak instalasi mekanikal elektrikal yang tertanam dalam plesteran , pastikan instalasi sudah terpasang semua agar tidak terjadi pekerjaan bobok pasang dikemudian hari.

6. Pekerjaan plesteran dapat dilaksanakan , selalu mengecek kerataanya dengan menggunakan alat jidar.

7. Setelah pekerjaan plesteran selesai lakukan penyiraman selama +/- 7 hari agar tidak terjadi keretakan dinding.

8. Pekerjaan acian dinding baru bisa dimulai setelah plesteran dinding benar-benar kering, kuat, karena jika terlalu terburu-buru melakukan pekerjaan acian maka terjadi pemanasan pada dinding yang menyebabkan finishing dinding menjadi retak-retak rambut.

Syarat-syarat pekerjaan plesteran yang baik adalah
- Permukaan rata dan halus
- tali air lurus dan rapi
- tidak keropos
- ketegakan dinding lurus dan rapi
- ketebalan plesteran hemat.

Cara memplester tembok batu bata

Hasil akhir pemasangan dinding yang bagus memerlukan tukang bangunan ahli yang mampu menerapkan rangkaian metode kerja yang tepat termasuk juga dalam hal cara memplester dan mengaci tembok batu bata yang baik. meskipun kelihatanya sepele namun hal ini sangat mempengaruhi kualitas bangunan. oleh karena itu disini kita akan mencoba berbagi ilmu dan pengalaman barangkali dapat bermanfaat bagi rekan-rekan kita yang kebetulan sedang membutuhkan.

Cara memplester tembok batu bata

Cara memplester tembok batu bata

1. Memastikan pemasangan batu bata benar-benar tegak dan rata agar mudah dan tidak terjadi pemborosan pada sisi tebal tipis plesteran.

2. Menunggu minimal dua hari setelah pemasangan batu bata selesai, hal ini untuk memberikan waktu bagi semen agar mengering sempurna. terlalu cepat melakukan pekerjaan plesteran dapat menyebabkan dinding retak-retak dikemudian hari.

3. Menyaring terlebih dahulu material pasir yang akan digunakan untuk memplester, sehingga butiran kerikil besar tidak mengganggu saat plesteran berlangsung.

4. Membuat adukan untuk plesteran dari bahan pasir, semen dan air dengan campuran secukupnya, tidak terlalu cair atau padat agar mudah digunakan saat memplester tembok.

5. Menyiram terlebih dahulu tembok yang akan diplester, hal ini berfungsi agar dinding tidak banyak menyerap air semen.

6. Membuat kepalaan plesteran, untuk mengatur ketegakan dan kedataran secara horizontal dan vertikal, kepalaan juga berfungsi untuk pengukur ketebalan plesteran.

7. Pekerjaan plesteran dapat dilakukan dengan cara menempelkan adukan pada dinding menggunakan cetok lalu meratakanya dengan alat roskam atau jidar.

8. Kedataran ,ketegakan dan kepadatan plesteran perlu dipantau setiap saat agar hasil akhirnya benar-benar bagus sesuai harapan.

9. Setelah plesteran selesai perlu dilakukan penyiraman agar tidak terlalu cepat mengering sehingga berpotensi menyebabkan keretakan dinding.

10. Plesteran dinding perlu didiamkan beberapa waktu agar`mengering sempurna sebelum dilakukan pekerjaan acian.

Cara Memasang Tembok Batu Bata Merah

Batu bata merah adalah jenis material bangunan buatan yang terbuat dari tanah liat atau tanah lempung yang dicetak sesuai standar ukuran pasaran kemudian dibakar , disini mari kita uraikan dan bahas tentang cara memasang tembok batu bata merah yang bagus sehingga konstruksi yang kita bangun termasuk dalam kualitas tinggi dengan umur awet sesuai dengan perencanaan, yang dimaksud dinding disini adalah penyekat bangunan sebagai pemisah ruang karena ada juga dinding yang bersifat strukturan seperti shear wall sehingga tidak mungkin untuk menggunakan bata merah karena akan mengalami kerobohan :-)

Cara Memasang Tembok Batu Bata Merah

Meskipun terlihat sebagai sebuah pekerjaan sederhana yang tidak memerlukan banyak teori dan banyak tukang bangunan yang bisa mengerjakan dengan baik namun agar menghasilkan kualitas dinding tembok bagus maka akan lebih baik jika kita melihat beberapa tips yang mungkin dilakukan untuk mendapat kualitas dinding maksimal, dan jika perlu bagi yang sudah berpengalaman dalam bidang pemasangan dinding ini bisa menambahkan disini

1. Sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan sebaiknya dibuat gambar shop drawing dinding terlebih dahulu sehingga bisa dilihat dengan tepat dimana posisi tembok akan dipasang serta pada bagian mana terdapat lobang kusen pintu dan jendela.

2. Tukang batu yang ahli dalam bidang pemasangan dinding batu bata maka dapat menghasilkan kualitas pekerjaan bagus, namun bagi tukang yang belum yakin akan ketrampilanya bisa mencoba-coba latihan memasang batu bata terlebih dahulu dengan bahan potongan kayu seukuran bata merah dengan bahan perekat dari kapur sehingga mudah untuk dibongkar pasang.

3. Batu bata yang digunakan sebaiknya dalam kategori bagus seperti tidak rapuh dan telah mengalami pembakaran sempurna, batu bata dengan teksture kasar akan lebih mengikat adukan jika dibanding yang berteksture halus dan rapi.

4. Selalu gunakan waterpass, kayu jidar dan benang ukur untuk mengontrol ketegakan dan kedataran pasangan, karena pemasangan batu bata yang miring akan mempertinggi resiko tembok retak dan mempertebal plesteran jika hendak membuatnya tegak kembali sehingga menambah kebutuhan material yang seharusnya dapat dihemat.

5. Menggunakan adukan dengan perbandingan campuran pasir dan semen yang cukup juga dapat mempengaruhi kualitas tembok, perbandingan yang banyak digunakan dalam pemasangan yaitu 1 pc : 6 ps atau satu semen berbanding enam pasir.

6. Dalam melakukan pekerjaan plesteran dan acian harus ada waktu tenggang dari waktu pemasangan dinding bata agar tembok tidak berkeringat panas dan mengalami perkerasan terlalu cepat sehingga menyebabkan dinding retak-retak.

Sunday, August 31, 2014

Ciri ciri Pondasi Bangunan Yang Kuat

Rumah yang kokoh harus didukung oleh pondasi yang kuat dan tahan lama, lalu apa saja ciri-ciri pondasi rumah yang kuat sehingga bisa disiapkan sebelum proses pembangunan berlangsung. Tentunya sangat tidak bagus jika rumah yang telah kita bangun dengan seni arsitektur terindah ternyata ambruk begitu saja karena struktur pondasi dalam kondisi lemah. Ya.. meskpiun letaknya seringkali tersembunyi namun fungsinya tergolong sangat fital, Oleh karena itu perlu dilakukan perencanaan dengan matang untuk mengetahui ukuran dan jenis material pondasi yang aman namun tetap ekonomis sehingga dapat menghemat biaya bangun rumah. O.k mari kita mulai dengan membuat daftar macam-macam syarat pondasi bangunan yang bagus.

Ciri ciri Pondasi Bangunan Yang Kuat

Ciri ciri Pondasi Bangunan Yang Kuat

1. Dapat menahan beban-beban yang ada diatasnya, yaitu beban konstruksi, beban hidup, beban angin,beban gempa dll. Sehingga bangunan tidak mengalami penurunan, keretakan atau bahkan roboh.

2. Terbuat dari bahan bangunan yang kuat,bagus dan awet sehingga tetap dapat berfungsi dalam kurun waktu rencana pemakaian rumah.

3. Tahan terhadap macam-macam organisme serta bahan kimia berbahaya yang bisa merusak konstruksi bangunan.

4. Jenis pondasi disesuaikan dengan kondisi tanah dan bangunan, misalnya tanah lembek bisa menggunakan jenis pondasi cakar ayam, rumah 1 lantai cukup menggunakan pondasi batu kali sedangkan rumah 2 lantai perlu ditambahkan pondasi foot plat pada titik-titik kolom utama.

5. Ada penambahan faktor keamanan beban yang dapat ditanggung pondasi, hal ini untuk mengantisipasi apabila dimasa depan ada penambahan konstruksi bangunan dengan beban diluar perencanaan sebelumnya sehingga bisa terancam bahaya keruntuhan.

6. Jika menggunakan besi tulangan maka harus menggunakan selimut beton yang cukup tebal agar tidak mengalami karat sehingga bisa menimbulkan perlemahan struktur pondasi.

Mengingat pentingnya pondasi rumah maka perlu diperhatikan baik-baik saat perencanaan agar bisa ditentukan jenis konstruksi paling kuat dan murah, pada saat proses pembangunan juga perlu dilakukan pengawasan ekstra agar apa yang dibangun bisa benar-benar sesuai dengan apa yang telah direncanakan, entah itu dari sisi bentuk pondasi, ukuran pondasi maupun metode pelaksanaan yang benar. Jadi selamat merencanakan dan membangun pondasi rumah yang kuat

Cara Menghitung Volume Material Dalam Pembuatan Pondasi

Berikut ini Cara Menghitung Volume Material Dalam Pembuatan Pondasi batu kali, Pondasi digunakan sebagai penahan rumah atau bangunan sehingga konstruksi dapat berdiri kokoh di atasnya. pada saat akan membuat pondasi kita berpikir berapa material yang akan dibutuhkan, sehingga dapat dipersiapkan sebelumnya :-)

misalnya pondasi batu kali dengan gambar berbentuk seperti ini:

Cara Menghitung Volume Material Dalam Pembuatan Pondasi
Bentuk trapesium dengan panjang total pondasi adalah 35 m’ lebar atas pondasi 30 cm sedangkan lebar bawah pondasi 60 cm dan tinggi 70 cm dan panjang pondasi 35m.

pertama kali kita lihat item pekerjaan yang ada pada pekerjaan pondasi tersebut yaitu:

1. Pekerjaan Bowplank
2. Pekerjaan galian tanah
3. pekerjaan urugan pasir
4. Pekerjaan pasangan pondasi batu kali 1:5

Berikutnya adalah mengitung volume tiap item pekerjaan

1. Pekerjaan Bowplank

volumenya 35 m’

kayu = 0.01 m3 x 35 = 0.35 m3

paku 0.02kg x35 = 0.7 kg dibulatkan 1 kg

Bowplank ini digunakan untuk pengukuran dan kesikuan letak pondasi agar sesuai dengan perencanaan.

2. Pekerjaan galian tanah

volume galian tanah = ((0.6+0.9)/2)x0.75= 0.5625

volume total galian tanh=0.5625  x35=19.6875 m3

“tidak membutuhkan material” pada situasi tertentu yang mengalami kesulitan dalam melakukan pembuangan hasil galian tanah maka diperlukan upaya khusus dalam mengatasinya seperti merencanakan suatu area konstruksi yang memerlukan urugan tanah :-) hal ini biasa disebut sebagai cutting fill.

3. Pekerjaan urugan pasir

Volume urugan pasir = 0.6×0.05 = 0.09

volume total pasir= 0.09 x35 = 3.15

pasir urug = 1.05 m3 x 3.15 = 3.3075 m3

Jumlah pasir 1 truck rata-rata adalah 4m3 jadi kita bisa membeli satu truck pasir untuk pekerjaan pondasi tersebut, namun masing-masing truck mempunyai volume yang berbeda-beda.

4. Pekerjaan Pasangan batu kali 1:5

Luas penampang trapesium pasangan batu kali =((0.6+0.3)/2)x0.7= 0.315 m2

volume total pasangan batu kali =0.315 x35 = 11.025 m3

batu kali = 1.2 m3 x 11.025 = 13.23 m3

Pasir = 0.54 m3 x 11.025 = 5.9535 m3

Semen = 2.68 zak x 11.025 = 29.547 zak dibulatkan 30 zak

5. Pekerjaan urugan tanah kembali

volume urugan tanah kembali = 19.6875 – 11.025 – 3.3075

“tanah diambil dari bekas galian”

jadi menurut perhitungan di atas maka volume material yang dibutuhkan adalah

- pasir = 3.3075 + 5.9563 = 9.2638 m3
- batu kali = 13.23 m3
- semen = 30 zak
- paku =  1 kg
- papan bowplank = 0.35 m3

Cara Membuat Kolom Beton Bertulang Pada Bangunan

Cara membuat kolom beton bertulang pada gedung tidak semudah ketika membangun rumah tinggal 1 lantai, perlu ketelitian dan ketepatan penggunaan metode kerja terbaik agar dapat menghasilkan kualitas kolom beton terbagus dan termurah. Pembuatan kolom praktis pada pembangunan rumah tinggal prosesnya cukup sederhana dan cepat, yaitu membeli besi rangkaian kolom praktis di toko bangunan lalu memasangnya dengan beskisting dinding batu bata secara langsung ditambah papan kayu maka pengecoran kolom praktis sudah bisa dimulai hingga selesai. Sedangkan pada pembangunan kolom beton gedung bertingkat tinggi prosesnya agak panjang, yaitu kurang lebih sebagai berikut:

Cara Membuat Kolom Beton Bertulang Pada Bangunan
Cara Membuat Kolom Beton Bertulang Pada Bangunan

1. Pada tahap perencanaan kita buat gambar desain bangunan untuk menggambarkan bentuk konstruksinya dan menentukan letak kolom struktur.

2. Selanjutnya melakukan perhitungan struktur bangunan untuk mendapatkan dimensi kolom dan bahan bangunan yang kuat untuk digunakan namun tetap ekonomis.

3. Melakukan pekerjaan pengukuran untuk menentukan posisi kolom bangunan, ini harus pas sesuai dengan gambar rencana. apalagi pada gedung bertingkat tinggi yang angka toleransi  kesalahan hanya beriksar 1 cm, jika salah dalam mengukur maka ada resiko keruntuhan gedung.

4. Menghitung kebutuhan besi tulangan dan bentuk potongan besi yang perlu dipersiapkan. ini sering disebut sebagai bestek besi.

5. Merangkai potongan besi sesuai dengan bentuk kolom yang telah direncanakan.

6. Memasang rangkaian besi tulangan pada lokasi kolom yang akan dibuat.

7. Membuat bekisting / cetakan. bisa terbuat dari kayu, plat alumunium atau media lain yang mampu menahan saat proses pekerjaan pengecoran beton.

8. Memasang bekisting sehingga membungkus besi tulangan.

9. Melakukan pengecekan posisi bekisting apakah sudah sesuai dengan ukuran rencana, dan apakah sudah benar-benar tegak.

10. Menghitung kebutuhan beton yang dibutuhkan.

11. Membuat adukan beton atau memesan beton precast dengan kualitas sesuai hasil perhitungan semula. misalnya mau menggunakan mutu beton K-250, K-300, K-400 dan seterusnya.

12. Melakukan pekerjaan pengecoran kolom, penentuan tinggi cor bisa dilakukan dengan berpedoman pada ukuran bekisting atau mengukur sisa cor dari ujung atas bekisting.

Pada setiap rangkaian pelaksanaan pekerjaan tersebut membutuhkan pengecekan bersama entah itu dengan konsultan perencana, kontraktor, konsultan pengawas maupun pemilik gedung secara langsung. hal ini dimaksudkan untuk meminimalisir kesalahan yang mungkin terjadi dalam perencanaan maupun pelaksanaan.

Pengertian Definisi Kolom Beton Dalam Bangunan

Kolom adalah batang tekan vertikal dari rangka struktur yang memikul beban dari balok. Kolom merupakan suatu elemen struktur tekan yang memegang peranan penting dari suatu bangunan, sehingga keruntuhan pada suatu kolom merupakan lokasi kritis yang dapat menyebabkan runtuhnya (collapse) lantai yang bersangkutan dan juga runtuh total (total collapse) seluruh struktur (Sudarmoko, 1996).

SK SNI T-15-1991-03 mendefinisikan kolom adalah komponen struktur bangunan yang tugas utamanya menyangga beban aksial tekan vertikal dengan bagian tinggi yang tidak ditopang paling tidak tiga kali dimensi lateral terkecil.

Pengertian Definisi Kolom Beton Dalam Bangunan

Fungsi kolom adalah sebagai penerus beban seluruh bangunan ke pondasi. Bila diumpamakan, kolom itu seperti rangka tubuh manusia yang memastikan sebuah bangunan berdiri. Kolom termasuk struktur utama untuk meneruskan berat bangunan dan beban lain seperti beban hidup (manusia dan barang-barang), serta beban hembusan angin.

Struktur dalam kolom dibuat dari besi dan beton. Keduanya merupakan gabungan antara material yang tahan tarikan dan tekanan. Besi adalah material yang tahan tarikan, sedangkan beton adalah material yang tahan tekanan. Gabungan kedua material ini dalam struktur beton memungkinkan kolom atau bagian struktural lain seperti sloof dan balok bisa menahan gaya tekan dan gaya tarik pada bangunan.

Pengertian Definisi Kolom Beton Dalam Bangunan

Dalam buku struktur beton bertulang (Istimawan dipohusodo, 1994) ada tiga jenis kolom beton bertulang yaitu :
1. Kolom menggunakan pengikat sengkang lateral. Kolom ini merupakan kolom brton yang ditulangi dengan batang tulangan pokok memanjang, yang pada jarak spasi tertentu diikat dengan pengikat sengkang ke arah lateral. Tulangan ini berfungsi untuk memegang tulangan pokok memanjang agar tetap kokoh pada tempatnya.

2. Kolom menggunakan pengikat spiral. Bentuknya sama dengan yang pertama hanya saja sebagai pengikat tulangan pokok memanjang adalah tulangan spiral yang dililitkan keliling membentuk heliks menerus di sepanjang kolom. Fungsi dari tulangan spiral adalah memberi kemampuan kolom untuk menyerap deformasi cukup besar sebelum runtuh, sehingga mampu mencegah terjadinya kehancuran seluruh struktur sebelum proses redistribusi momen dan tegangan terwujud.

3. Struktur kolom komposit seperti tampak pada gambar 1.(c). Merupakan komponen struktur tekan yang diperkuat pada arah memanjang dengan gelagar baja profil atau pipa, dengan atau tanpa diberi batang tulangan pokok memanjang.

Untuk kolom pada bangunan sederhana bentuk kolom ada dua jenis yaitu kolom utama dan kolom praktis.

1. Kolom Utama
Yang dimaksud dengan kolom utama adalah kolom yang fungsi utamanya menyanggah beban utama yang berada diatasnya. Untuk rumah tinggal disarankan jarak kolom utama adalah 3.5 m, agar dimensi balok untuk menompang lantai tidak tidak begitu besar, dan apabila jarak antara kolom dibuat lebih dari 3.5 meter, maka struktur bangunan harus dihitung. Sedangkan dimensi kolom utama untuk bangunan rumah tinggal lantai 2 biasanya dipakai ukuran 20/20, dengan tulangan pokok 8d12mm, dan begel d 8-10cm ( 8 d 12 maksudnya jumlah besi beton diameter 12mm 8 buah, 8 – 10 cm maksudnya begel diameter 8 dengan jarak 10 cm).

2. Kolom Praktis
Adalah kolom yang berfungsi membantu kolom utama dan juga sebagai pengikat dinding agar dinding stabil, jarak kolom maksimum 3,5 meter, atau pada pertemuan pasangan bata, (sudut-sudut). Dimensi kolom praktis 15/15 dengan tulangan beton 4 d 10 begel d 8-20.